Kamis, 12 Maret 2026

GMIT Gelar Pelatihan Juru Bahasa Isyarat

Imanuel Lodja - Kamis, 28 Agustus 2025 16:01 WIB
GMIT Gelar Pelatihan Juru Bahasa Isyarat
ist
Para perwakilan dan utusan gereja mengikutu pelatihan juru bahasa isyarat yang digelar pengurus IDD Sinode GMIT di GMIT Paulus Kupang

Harapannya, melalui pelatihan ini dapat memberikan kemampuan bagi para pelayan untuk memberitakan firman Tuhan kepada setiap jemaat termasuk kepada jemaat yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran.

Baca Juga:

Ketua Umum Panitia, Wildrian Ronald Otta menyampaikan bahwa UPP dan panitia memang belum menyentuh semua ragam disabilitas karena terlalu banyak.

Namun dengan adanya kegiatan ini sudah menunjukkan keberpihakan sinode GMIT akan inklusifitas pelayanan bagi seluruh jemaat dan membangun kesadaran bahwa semua berada pada kondisi yang berbeda-beda.

GMIT sebagai sebuah lembaga yang besar memiliki keterpanggilan yang luar biasa untuk memfasilitasi segala kebutuhan jemaatnya termasuk dengan aksesibilitas di berbagai ragam disabilitas.

Walikota Kupang yang diwakili oleh Staf ahli walikota bidang ekonomi dan pembangunan, Marlen Detaq menyampaikan menyampaikan bahwa melalui kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari langkah-langkah perjalanan panjang untuk menghadirkan kota Kupang sebagai kota kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan.

"Saya percaya inisiatif dan pelatihan hari ini menjadi babak baru kolaborasi strategis antara gereja, pemerintah dan masyarakat, kita tidak berhenti pada belas kasihan kata-kata melainkan menyediakan ruang nyata agar saudara-saudara dengan disabilitas dapat menjadi subjek aktif dalam pelayanan gereja dan kehidupan sosial," tandasnya.

Walikota Kupang juga berpesan kepada peserta kegiatan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya karena ilmu yang diperoleh akan menjadi jembatan kasih agar tidak ada seorang pun yang merasa ditinggalkan dalam persekutuan umat Tuhan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pengurus Insan Dengan Disabilitas tentang etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas yang disampaikan oleh Dina Noach, seorang penyandang disabilitas fisik yang memiliki tinggi badan hanya 90 centimeter.

Materi yang disampaikan membantu peserta untuk memahami konsep disabilitas dan etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas.

Selanjutnya kegiatan difasilitasi oleh teman-teman tuli dari komunitas tuli Kupang yang mengajarkan dan melatih peserta pelatihan tentang bahasa isyarat dasar mulai dari abjad, angka dan penggunaan bahasa isyarat untuk istilah-istilah yang dipakai sehari-hari dalam berkomunikasi yang disesuaikan dengan konteks daerah kupang.

Ada beberapa kata yang belum dibuatkan bahasa isyaratnya tetapi oleh teman-teman komunitas tuli kupang membuat isyarat sendiri sesuai dengan konteks kota Kupang dan sekitarnya agar bisa dipakai di wilayah kota Kupang dan sekitarnya.

Kegiatan selama dua hari ini diikuti 41 orang peserta terdiri dari delapan orang dari Klasis Kota Kupang Timur, 11 orang dari Klasis Kota Kupang Barat dan 22 orang dari Klasis Kota Kupang

Kegiatan ini difasilitasi oleh tim fasilitator dari komunitas tuli seperti Ritasari Boling S. Psi (juru bahasa isyarat), Fransky Nithanel Loa (Komunitas Tuli Kupang), Novelita P. B. Libing (Komunitas Tuli Kupang), Permata Barbara Kuma Kleden (Komunitas Tuli Kupang) dan ⁠Ike Beauty Mauboy (juru bahasa isyarat).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta

Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Gelar Natal Bersama, Kapolres TTU Ingatkan Kamtibmas Jadi Tanggungjawab Semua Pihak

Gelar Natal Bersama, Kapolres TTU Ingatkan Kamtibmas Jadi Tanggungjawab Semua Pihak

Di Perayaan Natal Pemuda GMIT Imanuel Mola, Kapolres Alor Ajak Pemuda Jadi Agen Terang dan Damai

Di Perayaan Natal Pemuda GMIT Imanuel Mola, Kapolres Alor Ajak Pemuda Jadi Agen Terang dan Damai

Pulang Latihan di Gereja, Remaja Putri di Sabu Raijua Tergelincir ke Sungai dan Ditemukan Meninggal Dunia

Pulang Latihan di Gereja, Remaja Putri di Sabu Raijua Tergelincir ke Sungai dan Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar
Berita Terbaru