Sabtu, 19 September 2026

Enam Pelaku Pencurian Ternak Dan Penadah Dibekuk Polres Sumba Timur

Imanuel Lodja - Selasa, 12 Agustus 2025 07:55 WIB
Enam Pelaku Pencurian Ternak Dan Penadah Dibekuk Polres Sumba Timur
ist
Kapolres Sumba Timur, AKBP Dr Gede Harimbawan menjelaskan soal pengungkapan kasus pencurian ternak oleh Polres Sumba Timur
digtara.com -Enam orang pria yang merupakan pelaku pencurian ternak dan penadah ternak hasil curian diamankan polisi dari Polres Sumba Timur.

Baca Juga:

Keenam pelaku pencurian dan penadah ternak curian masing-masing BR, BI, BA, R, BE, dan UR selaku penadah.

Kasus pencurian ini yang diungkap Polres Sumba Timur ini terjadi di wilayah hukum Polsek Pandawai, Polres Sumba Timur beberapa waktu lalu.

"Kita menetapkan enam orang tersangka dan menyita sejumlah barang bukti setelah melakukan penyelidikan mendalam," ujar Kapolres Sumba Timur, AKBP Dr Gede Harimbawa, dalam keterangannya pada Senin, 11 Agustus 2025, di Polres Sumba Timur.

Pengungkapan kasus ini bermula dari pengamatan salah satu keluarga korban, yang secara tidak sengaja melihat sapi milik mereka berada di kandang milik BJ, di Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur pada 10 Juni 2025 lalu.

"Sapi tersebut diketahui dibeli oleh BJ dari UR yang merupakan salah satu pelaku (penadah) dengan harga Rp 6,5 juta, disertai dokumen mutasi ternak sementara," urai Kapolres.

Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian mengamankan enam orang tersangka, masing-masing BR, BI, BA, R, BE, dan UR selaku penadah.

Dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengungkap bahwa sapi tersebut merupakan bagian dari aksi pencurian yang terjadi pada 25 April dan 4 Mei 2025 di wilayah Padang Palanara, Desa Kota Kawau, Kecamatan Kahaungu Eti, Kabupaten Sumba Timur.

Modus para pelaku adalah dengan mencampur ternak curian ke dalam kelompok ternak yang digembalakan, lalu membawanya ke kandang untuk kemudian dijual.

Dalam kedua aksi tersebut, sapi hasil curian dijual kepada UR yang kemudian diangkut menggunakan mobil kijang Inova warna silver.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan pasal 480 KUHP tentang penadahan. "Ancaman hukuman maksimal mencapai tujuh tahun penjara," ujar Kapolres.

Seluruh pelaku ternyata merupakan residivis kasus pencurian ternak. Hingga kini polisi masih mengembangkan pemeriksaan dan masih mencari dua ekor sapi lain yang belum ditemukan.

Kapolres Sumba Timur mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindak kejahatan pencurian ternak yang masih marak di wilayah pedesaan.

"Masyarakat diharapkan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan, termasuk dalam proses jual beli ternak," tandas Kapolres Sumba Timur.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dalami Enam Laporan Polisi Soal Curanmor, Polsek  Kupang Tengah Amankan Dua Terduga Pelaku Curanmor

Dalami Enam Laporan Polisi Soal Curanmor, Polsek Kupang Tengah Amankan Dua Terduga Pelaku Curanmor

KTP Atas Nama  Yohanis Sioh Ditemukan Pada Lokasi Penemuan Kerangka Manusia di Kota Kupang

KTP Atas Nama Yohanis Sioh Ditemukan Pada Lokasi Penemuan Kerangka Manusia di Kota Kupang

Satlantas Polres Alor Distribusikan Bantuan Air Bersih Pada Warga di Alor Barat Laut

Satlantas Polres Alor Distribusikan Bantuan Air Bersih Pada Warga di Alor Barat Laut

Dukung Percepatan Penetapan Hutan Adat di NTT, Polda NTT Dorong Sinergi Pengelolaan Kamtibmas

Dukung Percepatan Penetapan Hutan Adat di NTT, Polda NTT Dorong Sinergi Pengelolaan Kamtibmas

Pasca Dua Siswi Tenggelam Dalam Bak Penampungan, Polisi dan Warga Desa Sainoni-TTU Pagari Area Cekdam

Pasca Dua Siswi Tenggelam Dalam Bak Penampungan, Polisi dan Warga Desa Sainoni-TTU Pagari Area Cekdam

Rumah Kontrol Daya PLTS di Kabupaten Ngada Terbakar, Ratusan KK Tidak Nikmati Listrik

Rumah Kontrol Daya PLTS di Kabupaten Ngada Terbakar, Ratusan KK Tidak Nikmati Listrik

Komentar
Berita Terbaru