Cuaca Ekstrem Landa 4 Kecamatan di Kabupaten Karo, 14 Rumah Rusak
Baca Juga:
- Hingga Akhir Februari, NTT Masih Rawan Dilanda Bibit Siklon Tropis
- Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual
- Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah
Hujan deras disertai angin kencang melanda empat kecamatan, yakni Simpang Empat, Tiga Panah, Kabanjahe, dan Berastagi.
Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Sumut, sebanyak 14 rumah mengalami kerusakan akibat terjangan cuaca ekstrem.
Rinciannya, tiga rumah rusak di Desa Sumber Mufakat (Kabanjahe), lima rumah di Desa Kaban, dan enam rumah di Desa Raya (Berastagi).
Meski kerusakan cukup signifikan, tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun pengungsi yang dilaporkan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa data ini masih bersifat sementara berdasarkan laporan Pusdalops PB Sumut.
"Tim sedang melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat," ujarnya, melansir suara.com, Minggu (10/8/2025).
BPBD bersama aparat terkait telah melakukan langkah penanganan di masing-masing wilayah terdampak.
Sri Wahyuni mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cenderung cepat dan tidak menentu dalam beberapa hari terakhir.
Hingga Akhir Februari, NTT Masih Rawan Dilanda Bibit Siklon Tropis
Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual
Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah
Dua Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Kabupaten Sikka
Rumah Warga Sikka Rusak Diterjang Angin Puting Beliung