Kamis, 16 April 2026

Isak Tangis Ibu dan Kerabat Warnai Kedatangan Korban TPPO di Kupang

Imanuel Lodja - Kamis, 07 Agustus 2025 13:00 WIB
Isak Tangis Ibu dan Kerabat Warnai Kedatangan Korban TPPO di Kupang
ist
Isak Tangis Ibu dan Kerabat Warnai Kedatangan Korban TPPO di Kupang

Namun upaya itu gagal, Pihak agency dari lantai IV malah memaksanya kembali ke lantai IV. "Saya dibentak dan disuruh naik ke lantai atas dan disiksa lagi dan dipaksa kerja," tambahnya.

Baca Juga:

Elvi pun sudah merencanakan untuk loncat dari lantai IV namun tidak ada kesempatan karena ia kesulitan mengangkat kaki untuk memanjat tembok. Ia hanya bisa tidur-tiduran karena seluruh badan hingga leher sakit dan sulit digerakkan.

Agency pun rupanya terbeban dengan keadaan Elvi. Pihak agency meminta Elvi mengemasi barang-barangnya dan disuruh pulang. Elvi bingung hendak kemana. "Saya diusir dan saya bingung harus kemana," ujar Elvi.

Dalam keadaan tidak berdaya, Elvi dipapah beberapa petugas agency dan diseret ke lantai bawah.

Ia pun dibuang ke hutan di wilayah perbatasan Kalimantan-Malaysia. Saat itu Elvi tidak sadarkan diri. Saat sadar ia berusaha berjalan kaki ke hutan dan melintasi sungai dan kemudian pingsan lagi.

Beruntung ada beberapa anggota TNI menemukan Elvi dan langsung membawanya ke klinik terdekat.

Elvi pun tidak mengetahui persis sehingga dirinya bisa dirawat di rumah sakit dr Soedarso Pontianak hingga bisa ditolong keluarga Flobamora Kalimantan Barat dan bisa pulih kembali.

Elvi masih ingat kalau mereka direkrut oleh perusahaan Paramecia yang khusus untuk pekerja perempuan.

Diakui kalau di perusahaan tersebut banyak PMI asal Medan dan Jawa yang saat ini mengeluhkan untuk pulang karena mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi.

Perusahan menuntut para PMI membayar hutang. "Kami sendiri tidak tahu apa hutang kami. Bahkan handphone yang kami beli dari uang kami diambil paksa. Paspor kami tidak melihat bentuk dan wujudnya. Kalau kami minta pulang maka disuruh bayar dulu," tandasnya.

Mereka dipaksa harus bekerja dibawah tekanan dan sering dikasari oleh majikan maupun pihak perusahan.

Yonas Bahan dari BP3MI NTT mengaku kalau BP3MI NTT menjemput PMI Elvi Kun asal TTU yang mengalami penyiksaan dari majikan dan kemudian dipulangkan melalui Sambas dan diselamatkan oleh beberapa anggota TNI dan dibawa ke Pontianak.

Beberapa warga kemudian menghubungi keluarga Flobamora di Pontianak sehingga Elvi mendapatkan bantuan pengobatan difasilitasi BP3MI Kalimantan Barat.

"Kami dapat informasi sehingga jemput Elvi difasilitasi BP3MI Kalimantan Barat," ujarya.

Untuk sementara Elvi dititipkan di rumah perlindungan dan selanjutnya diperiksa Polda NTT untuk mencari tahu pelaku yang merekrut.

Diakui kalau Elvi berangkat bekerja ke Malaysia secara ilegal. "Jalan (secara) ilegal dan mandiri (karena) diajak oleh keluarga," tambahnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan

Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan

Sesama Siswa SMKN 5 Kupang Saling Tawuran

Sesama Siswa SMKN 5 Kupang Saling Tawuran

Tikam Rekannya di Belu, Tiga Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polda NTT di Kupang

Tikam Rekannya di Belu, Tiga Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polda NTT di Kupang

Tiga Pria Pencuri Handphone di Manggarai Diamankan Polisi

Tiga Pria Pencuri Handphone di Manggarai Diamankan Polisi

Tengah Malam, Seorang Pria di Kupang Ancam Istri dan Anak-anak Dengan Parang

Tengah Malam, Seorang Pria di Kupang Ancam Istri dan Anak-anak Dengan Parang

Kapolres Kupang Dorong Penyelesaian Konflik Warga Secara Damai

Kapolres Kupang Dorong Penyelesaian Konflik Warga Secara Damai

Komentar
Berita Terbaru