Kamis, 16 April 2026

Isak Tangis Ibu dan Kerabat Warnai Kedatangan Korban TPPO di Kupang

Imanuel Lodja - Kamis, 07 Agustus 2025 13:00 WIB
Isak Tangis Ibu dan Kerabat Warnai Kedatangan Korban TPPO di Kupang
ist
Isak Tangis Ibu dan Kerabat Warnai Kedatangan Korban TPPO di Kupang

digtara.com -Suasana haru menyelimuti bandara El Tari Penfui Kupang pada Rabu (6/8/2025) malam.

Baca Juga:

Isak tangis pecah saat Elvi Normawati Kun (41) turun dari pesawat dan keluar dari ruang kedatangan.

Ia disambut peluk dan tangis dari ibu kandungnya, N. Kun yang hadir bersama Raymundus Kolo (suami Elvi) dan beberapa kerabat.

Elvi dan ibunya berpelukan erat sambil menangis. Sang ibu tampaknya bahagia bisa memeluk Elvi dalam keadaan selamat dan sehat kembali.

"Terima kasih kepada semua pihak terutama bapak tentara, polisi, BP3MI dan keluarga Flobamora di Kalimantan Barat yang sudah banyak membantu anak saya sehingga ia bisa melewati masa kritis dan bisa pulang dalam keadaan selamat," ujar N. Kun.

Elvi sendiri tiba di Kupang pada Rabu malam menggunakan pesawat Lion Air diantar beberapa petugas BP3MI Kalimantan Barat dan dijemput petugas BP3MI NTT.

Ia menempuh penerbangan dari Pontianak, Kalimantan Barat ke Surabaya dan lanjut ke Kupang.

Saat tiba, Elvi nampak sudah sehat dan bisa berjalan normal. Ia pun langsung berkomunikasi dengan para kerabat yang sudah menunggu di bandara El Tari Kupang.

Dari bandara El Tari Kupang, Elvi dibawa ke rumah singgah dan selanjutnya menjalani pemeriksaan di Polda NTT pada Kamis (7/8/2025).

Kepada wartawan, Elvi menceritakan penderitaannya selama bekerja di Malaysia.

Elvi mengikuti ajakan rekannya Esterina Ola yang juga rekannya di Aplasi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada bulan Mei 2025 lalu.

"Saya dibuatkan paspor tapi saya tidak pernah lihat paspor milik saya. Saya dijanjikan akan dapat gaji besar untuk bekerja di Malaysia," ujar Elvi sambil menangis.

Elvi pun akhirnya bekerja di Kuching wilayah Serawak Malaysia. "Saya diperdagangkan dari satu majikan ke majikan yang lain," ujar Elvi.

Majikan pertama diakui Elvi sangat kejam dan kasar. Elvi mengaku dipaksa kerja walaupun pada saat itu ia sakit.

Karena alasan sakit, Elvi dipulangkan ke agency nya dan kemudian bekerja lagi ke majikan lain. "Majikan kedua saya orangnya baik," ujarnya.

Elvi sendiri tidak mengetahui nama majikan pertama maupun majikan kedua. Tugasnya hanyalah bekerja karena paspornya pun dipegang oleh agency.

Lagi-lagi Elvi sakit sehingga majikan kedua memulangkan Elvi ke pihak agency. Elvi mengaku ia mulai mendapatkan perlakuan kasar dari agency.

"Karena saya sakit maka pihak agency menjemput saya secara kekerasan di majikan kedua dan dibawa ke kantor mereka. Saya ditempatkan di lantai IV," urai Elvi.

Elvi pun dikurung di lantai IV. Ia hanya ingat kalau agencynya bernama Bernard. Saat berada di kantor agency, Elvi tidak diberikan makan. "Empat hari saya tidak diberikan makan dan saya disiksa, disiram dengan air dan ditendang dari kursi lalu dipaksa harus tetap kerja walaupun saya sudah sekarat. Saya tidak bisa bekerja karena kaki dan tangan saya sulit digerakkan," ujar Elvi.

Pihak agency rupanya tidak peduli. Elvi tetap dipaksa bekerja. Saat kritis, Elvi berusaha turun ke lantai bawah mencari bantuan dan minta tolong agency di lantai dasar untuk membawa nya keluar dari lingkungan itu.

"Saya bilang pak bos tolong bawa saya ke hospital karena nafas sisa sedikit," ujarnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan

Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan

Sesama Siswa SMKN 5 Kupang Saling Tawuran

Sesama Siswa SMKN 5 Kupang Saling Tawuran

Tikam Rekannya di Belu, Tiga Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polda NTT di Kupang

Tikam Rekannya di Belu, Tiga Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polda NTT di Kupang

Tiga Pria Pencuri Handphone di Manggarai Diamankan Polisi

Tiga Pria Pencuri Handphone di Manggarai Diamankan Polisi

Tengah Malam, Seorang Pria di Kupang Ancam Istri dan Anak-anak Dengan Parang

Tengah Malam, Seorang Pria di Kupang Ancam Istri dan Anak-anak Dengan Parang

Kapolres Kupang Dorong Penyelesaian Konflik Warga Secara Damai

Kapolres Kupang Dorong Penyelesaian Konflik Warga Secara Damai

Komentar
Berita Terbaru