Kunjungan Ke Kabupaten TTU, Kapolda NTT Kunjungi Sonaf Bana
digtara.com -Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko melakukan kunjungan silaturahmi ke Sonaf (Istana) Bana di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu (19/7/2025).
Baca Juga:
Kunjungan ini disambut hangat oleh Usif Pah Hendrik Frederikus Bana dan para tetua adat, dengan rangkaian penyambutan yang sarat makna tradisi.
Tarian adat dan tiupan terompet khas Timor menandai kedatangan tamu agung, dilanjutkan dengan tutur adat sebagai bentuk penghormatan adat kepada tamu kehormatan
Kapolda dan Ketua Bhayangkari Daerah NTT kemudian memasuki Lopo Timor, pendopo adat di halaman Sonaf Bana.
Dalam momen penuh kekeluargaan itu, keduanya juga dikenakan busana adat khas TTU, sebagai lambang penerimaan dan kehormatan dari rakyat adat Bana.
Usif Hendrik Frederikus Bana menyebutkan kehadiran Kapolda NTT di Sonaf Bana bukan hanya simbol penghargaan terhadap budaya lokal, tetapi juga membangkitkan kembali kenangan sejarah 65 tahun lalu.
"Dulu saat pelantikan bupati pertama TTU, Kapolda NTT saat itu juga hadir di tempat ini. Hari ini, peristiwa itu seperti terulang kembali. Ini kebanggaan dan kehormatan besar bagi kami," ucap Usif Hendrik Frederikus Bana.
Ia juga menyampaikan bahwa wilayah adat TTU terbagi dalam tiga sektor besar yakni Miomaffo (sektor tengah), Insana (utara), dan Biboki, yang semuanya berbatasan langsung dengan wilayah Belu dan Negara Republik Demokratik Timor Leste.
Sementara wilayah Miomaffo Bikomi, tempat berdirinya Sonaf Bana, berbatasan langsung dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.
Selain menyampaikan latar belakang wilayah adat, Usif Hendrik Bana juga menginformasikan bahwa pembangunan museum adat Sonaf Bana tengah berlangsung secara swadaya untuk melestarikan barang-barang bersejarah peninggalan penjajahan Belanda dan Jepang.
Ia berharap Kapolda NTT dapat hadir kembali saat peresmian dan menandatangani prasasti museum sebagai tanda penghormatan institusional dari Polri.
Salah satu agenda simbolis yang dilakukan Kapolda adalah penanaman pohon cendana—tanaman endemik yang memiliki makna filosofi mendalam di tanah Timor.
Prosesi ini sekaligus menjadi bentuk doa dan harapan untuk keberlanjutan persaudaraan antara Polri dan masyarakat adat.
Tiga Warga TTU Disekap dan Dianiaya di Malaka
Kapolda NTT Salurkan Bantuan Dua Ton Beras, Ratusan KK di Amanuban Timur-TTS Juga Jadi Sasaran
Kunjungi Sekolah Yang Rusak Karena Bencana Alam, Wakapolda NTT Beri Bantuan Pendidikan
Dua Sekolah di Sikka-NTT Rusak Pasca Bencana Alam Angin Kencang, Pemerintah Segera Renovasi
32 Anggota Polda NTT Dapat Penghargaan Kapolda NTT