Hilal Sudah Terlihat di Aceh, Idul Adha Kemungkinan Besar Jatuh pada 6 Juni 2025
digtara.com - Aceh kembali menjadi salah satu wilayah penting dalam pengamatan rukyatul hilal penentu awal Zulhijjah 1446 Hijriah atau Idul Adha 2025 M.
Baca Juga:
Tim dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, bersama dengan ormas Islam serta pesantren, turun langsung ke berbagai titik untuk melakukan pengamatan bulan sabit pertama atau hilal.
Menariknya, menurut Ketua Tim Falakiyah Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, posisi hilal di beberapa wilayah Aceh pada Selasa, 27 Mei 2025 sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Ini artinya, besar kemungkinan Idul Adha 1446 H akan dirayakan serempak oleh umat Islam di Indonesia.
Posisi Hilal: Sudah Di Atas Batas MABIMS
Dalam keterangan resminya, Alfirdaus menjelaskan bahwa secara umum ketinggian hilal di wilayah Indonesia masih berkisar antara 0,1 hingga 3,2 derajat, dengan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) sekitar 6,4 derajat.
Namun, untuk sebagian wilayah Aceh, khususnya di pesisir utara dan barat, posisi hilal sudah melebihi syarat Imkanurrukyat yang ditetapkan oleh MABIMS.
Yaitu minimal 3 derajat ketinggian dan 6,4 derajat elongasi. Di Aceh, hilal telah mencapai 3,2 derajat dengan elongasi geosentris 7,1 derajat.
Cahaya bulan pun sudah mencapai 0,32 persen, dan hilal bisa dirukyat selama 18 menit setelah matahari terbenam.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba rukyat mandiri, Alfirdaus memberikan panduan arah pandang.
Bupati Aceh Timur Copot Kepala BPBD karena Pendataan Korban Banjir Dinilai Lamban
Jalan Nasional Aceh Tamiang Dikebut Pulih, Kementerian PU Kerja Siang-Malam Pascabencana
UMP Aceh 2026 Berpotensi Tidak Naik, Bakal Jadi Beban Pekerja Menguat Pascabencana
Ringankan Beban Nasabah di Sumatera, Bank Mandiri Berikan Relaksasi Kredit hingga 3 Tahun
Gubernur Lemhannas RI Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Banjir Aceh dan Sumatra