495 Rumah di Padangsidimpuan Rusak-223 Rumah di Tapsel Terendam Akibat Banjir
"Pihak terkait telah melakukan penilaian awal kejadian bencana di lokasi bencana, melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak banjir dan melakukan operasi SAR terhadap korban yang hilang," katanya melansir suara.com, Senin (17/3/2025).
Baca Juga:
Pihak terkait juga melakukan pemenuhan kebutuhan dasar terhadap masyarakat terdampak bencana, melakukan perencanaan, penentuan rencana operasi, dan evaluasi penanganan darurat, serta mendirikan posko.
Pihaknya juga melakukan pendampingan sistem komando penanganan darurat bencana dan keposkoan dan menurunkan sumber daya manusia di lokasi bencana.
"Berdasarkan laporan, ketinggian air sudah menurun drastis di enam kecamatan dan masyarakat didukung oleh pemerintah daerah dan relawan melakukan pembersihan material akibat banjir," ungkapnya.
223 Rumah Terendam Banjir
Sri Wahyuni mengatakan ada 223 rumah di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang terendan banjir.
Hal ini disebabkan meluapnya Sungai Batang Angkola pada Kamis 13 Maret 2025 malam.
Ada tiga kecamatan yang terlanda, yaitu Kecamatan Angkola Muaratais, Kecamatan Batang Angkola dan Kecamatan Sayur matingi.
Sedangkan desa yang terdampak yakni Desa Pargumbangan, Desa Sorimanaon, Desa Pangaribuan yang berada di Kecamatan Angkola Muaratais.
Lalu, Desa Siture, Desa Hurase, Desa Sigulang Losung di Kecamatan Batang Angkola dan Desa Bange, Desa Silaiya Desa Aek Libung ( Aek Sijorni) di Kecamatan Sayur Matinggi.
Akibat banjir tersebut, sekitar tiga unit rumah dan dua unit jembatan gantung mengalami rusak parah.
Menteri PU Targetkan Pengungsi Banjir dan Longsor di Sumatera Pulang Sebelum Ramadan
Bahu Jalan di Ende Terkikis Banjir
Pemprov Sumut Anggarkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor
Korban Banjir dan Longsor Sumatera Terima Bantuan Rp 8 Juta per Keluarga, Ini Rinciannya
24 Masjid di Aceh Timur Rusak Berat Diterjang Banjir, BKPRMI Minta Bantuan Pemerintah