Biaya Sewa Mobil Ambulance Mencekik, Jenazah Bayi di Kupang diangkut dengan pick up dan sepeda motor ojek
Keluarga memutuskan memakai pick up karena tidak sanggup membayar biaya mobil ambulance yang mencapai Rp 1.600.000 hingga ke desa mereka.
Baca Juga:
Dengan pick up, mayat bayi yang diisi dalam peti diberangkatkan dari RSUD Prof Dr WZ Yohanes Kupang pada Kamis subuh.
Namun kendala lain dihadapi pihak keluarga. Mobil pick up yang dipakai mengantar jenazah hanya bisa mengantar sampai di sekitar lokasi observatorium
Hal ini terjadi karena kondisi jalan rusak dan tidak memungkinkan untuk dilalui hingga ke desa.
Jenazah pun diturunkan di sekitar observatorium dan mobil pick up kembali ke Kupang.
Dari observatorium, peti jenazah diangkut lagi menggunakan sepeda motor.
Untuk menghindari hujan, peti jenazah dibungkus dengan kantong plastik dan diikat pada sepeda motor ojek.
Jenazah kemudian dievakuasi dengan sepeda motor ojek hingga ke rumah Ovi di RT 11/RW 05, Dusun 04, Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara. Kabupaten Kupang.
Kapolsek Amfoang Utara, AKP I Nyoman Sarjana yang dikonfirmasi pada Sabtu (1/3/2025) membenarkan kejadian ini.
"Keluarga tidak sanggup membayar ambulance Rp 1,6 juta jadi sewa pick up Rp 800 ribu tapi karena jalan rusak maka jenazah hanya sampai di lokasi observatorium dan diangkut lagi dengan ojek sampai ke Fatunaus," bebernya.
Pihak RSUD Prof Dr WZ Yohanes Kupang belum berhasil dikonfirmasi terkait masalah ini
Puluhan Paus Pilot Mati Dikuburkan
Dukung Pembangunan Rumah Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Walikota Kupang Bantu Rp 50 juta
Remaja Pria di Kupang Terseret Banjir, Ditemukan Sudah Meninggal Dunia
Polisi di Amfoang Utara-Kupang Bantu Siswa Seberangi Sungai Saat Pulang Sekolah
Intensifkan Program Kamis-an, Kapolsek Amfoang Timur Bina Para Siswa di Wilayah Perbatasan