Kritis Delapan Jam, IRT yang Dibacok Adiknya di Kabupaten TTS Akhirnya Meninggal Dunia
"Setiap tahun korban (Yohana) yang panen, padahal pelaku yang tanam kemiri," tambah Kapolsek.
Baca Juga:
Pelaku juga rupanya sudah berniat menghabisi korban yang juga adik kandungnya. Minggu (23/2/2025), pelaku membawa botol berisi campuran cairan yang diniatkan untuk menyirami korban.
Kebetulan pada Minggu pagi, korban Yohana dan anaknya ke mata air Naep untuk mandi karena hendak ke gereja mengikuti ibadah.
Jarak mata air dengan rumah korban maupun rumah pelaku hanya 200 meter sehingga pelaku mudah mengintai keberadaan korban.
Pelaku yang melihat korban Yohana langsung menyiram dan menyemprotkan cairan yang dibawa ke mata korban Yohana namun Yohana berusaha menghindar dan lari menyelamatkan diri.
Pelaku mengejar dan kebetulan ada Norci (anak dari Yohana). Pelaku pun melampiaskan emosinya dengan menikam Norci hingga tewas di lokasi kejadian.
Pelaku masih mengejar korban Yohana dan membacoknya hingga Yohana mengalami luka parah. Kemudian pelaku berusaha bunuh diri dengan menggorok lehernya namun bisa tertolong.
"(Pelaku) sudah ada niat untuk bunuh (korban). Soalnya pelaku bawa botol isi air campur sesuatu dalam botol dan semprot mata korban baru tikam korban. Setelah itu kejar anak (Norci) dan bunuh," tandas Kapolsek.
Pelaku Agustinus Pobas menebas dan menikam dengan parang terhadap adik perempuannya Yohana Pobas di mata air Naeb, wilayah RT 005/RW 003, Dusun B, Desa Snok, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS.
Agustinus juga menganiaya korban Norci Tamonob alias Nonci (keponakan pelaku/anak dari korban Yohana Pobas) hingga meninggal dunia.
Polwan Polres TTS Tebar Kebaikan Bagi Siswa di Pedalaman
Puluhan Paus Pilot Mati Dikuburkan
Terjebak di Perairan Dangkal, Enam Ekor Paus Pilot Diselamatkan dan Empat Ekor Mati
Tiga Pencuri Perangkat Komputer Sekolah di Ende Dibekuk Polisi, Dua Diantaranya Masih Dibawah Umur
Tujuh Anggota Polres TTS Berprestasi Diberikan Penghargaan