Suasana Sudah Kondusif Pasca Tawuran, Pemkab dan Polres Alor Bertemu Sejumlah Kelompok Masyarakat
Dia meminta kerelaan hati seluruh masyarakat untuk mengakhiri konflik ini dan tidak terprovokasi oleh isu-isu di media sosial.
Baca Juga:
Ia juga mengimbau agar masyarakat mempercayakan penanganan proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Brikmar menghimbau agar masyarakat mengutamakan cinta kasih daripada emosi yang hanya akan merugikan diri sendiri, kelompok, maupun masyarakat di Kabupaten Alor pada umumnya.
Dia juga mendukung permintaan masyarakat untuk mendirikan Pos Keamanan di sejumlah titik rawan, namun hal tersebut perlu dibahas lebih lanjut dengan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
Kapolres Alor menjelaskan bahwa terkait dengan dugaan kasus penganiayaan, pihaknya telah memeriksa enam orang saksi.
Kapolres minta dukungan masyarakat agar mempercayakan masalah tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses menurut hukum yang berlaku.
Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja secara terbuka dan tidak berpihak dalam menegakkan hukum.
Kapolres berharap agar semua masyarakat dapat bersama-sama menjaga perdamaian di Kabupaten Alor.
Serangkaian pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan perdamaian antara kedua kelompok pemuda.
Pemerintah, kepolisian, dan tokoh masyarakat berkomitmen untuk terus melakukan upaya mediasi dan pencegahan agar konflik serupa tidak terulang di masa depan.
Lindungi Hak Tenaga Kerja, Desk Tenaga Kerja Sepakat Perlu Wadah Organisasi dan Sosialisasi Berbagai Regulasi
Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai
Polres Malaka Tetapkan Dan Tahan Tujuh Orang Tersangka Kasus Tawuran
Menutup Tahun 2025, Polrea Alor Amankan Ratusan Liter Miras Dari Atas Kapal
Selama Tahun 2025, Polres Alor Tangani Puluhan Kasus Tawuran Antar Kampung