Kamis, 21 Mei 2026

Gelombang Tinggi di Pantai Kupang Barat-NTT, Rumput Laut Milik Petani Kupang Rusak Total

Imanuel Lodja - Kamis, 06 Februari 2025 15:30 WIB
Gelombang Tinggi di Pantai Kupang Barat-NTT, Rumput Laut Milik Petani Kupang Rusak Total
istimewa
Gelombang Tinggi di Pantai Kupang Barat-NTT, Rumput Laut Milik Petani Kupang Rusak Total

digtara.com - Gelombang tinggi menghantam pantai Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT. Ratusan petani rumput laut dipastikan gagal panen.

Baca Juga:

Hal ini menyebabkan rumput laut milik petani di pesisir Pantai Tablolong, Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak total dihantam gelombang tinggi.

Porkas Toepoe (63), salah satu warga di RT 04, Dusun II, Desa Tablolong mengakui kalau rumput laut yang selama ini dipelihara ratusan warga rusak total.

"Semua (petani rumput laut) sekitar 100 orang yang budidaya rumput laut, semuanya (rumput laut) rusak total," ujarnya pada Kamis (6/2/2025).

Ia menyebutkan gelombang tinggi itu sudah terjadi sejak Senin (3/2/2025) subuh. Namun, puncaknya hingga air laut masuk dan merendam rumah warga terjadi pada Selasa (4/2/2025) petang.

"Memang sempat terjadi angin kencang dan hujan tapi sesaat saja. Sekitar 5 menit saja baru terjadi gelombang tinggi," ujarnya.

Ia belum bisa merinci jumlah luasan rumput laut yang rusak hingga kerugiannya karena luasan milik masing-masing petani jumlahnya berbeda-beda.

Khusus milik Porkas, itu awalnya memiliki panjang 67 depa. Tetapi saat ini cuman 49 depa saja.

"Kami waktu itu kerjanya sangat berat dan pakai tali panjang untuk membudidaya rumput laut ini," tambahnya.

Menurutnya, masa panen rumput lautnya biasanya 45 hari dengan rata-rata 300-500 kilogram dan harga jual per kilogram berkisar Rp 18.000. Harga awalnya pada 2024, hanya Rp 16.000 per kilogram.

"Kalau hasilnya betul-betul bagus, biasanya setiap kali panen tembus 500 kilogram, tapi kadang cuman 300 kilogram saja," terangnya.

Dia berharap agar pemerintah bisa memberikan modal usaha agar bisa melanjutkan budidaya rumput laut. Sebab, warga yang terdampak kesulitan modal untuk membeli bibit rumput laut yang saat ini per kilogram mencapai Rp 70.000.

"Harapan kami semoga pemerintah bisa memperhatikan kami dengan menyediakan modal usaha karena cuaca ekstrem ini yang merusak hasil budidaya kami," tandasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Curi Sepeda Motor dan Jadi Tersangka, Remaja Pria di Kupang Diserahkan ke Jaksa

Curi Sepeda Motor dan Jadi Tersangka, Remaja Pria di Kupang Diserahkan ke Jaksa

Cemburu Istri di Jakarta Pasang Foto Mantan Pacar, Pria di Kupang Aniaya Balita Usia Tujuh Bulan

Cemburu Istri di Jakarta Pasang Foto Mantan Pacar, Pria di Kupang Aniaya Balita Usia Tujuh Bulan

Siswa SMP Adhyaksa 2 Kupang Diingatkan Bijak dalam Bermedia Sosial

Siswa SMP Adhyaksa 2 Kupang Diingatkan Bijak dalam Bermedia Sosial

Hendak Buka Lapak Jualan di Pasar Mingguan, Pedagang Barang Mainan Anak Malah Meninggal Dunia

Hendak Buka Lapak Jualan di Pasar Mingguan, Pedagang Barang Mainan Anak Malah Meninggal Dunia

Muncul Modus Baru Kekerasan Seksual Verbal Melalui Medsos, Polda NTT Satu Orang Pelaku

Muncul Modus Baru Kekerasan Seksual Verbal Melalui Medsos, Polda NTT Satu Orang Pelaku

Korban Terkaman Buaya di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Korban Terkaman Buaya di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar
Berita Terbaru