Sabtu, 24 Januari 2026

Pasca Banjir Rob, Anggota Polairud di Kupang Bantu Bersihkan Rumah Warga yang Tertimbun Pasir

Imanuel Lodja - Kamis, 06 Februari 2025 10:55 WIB
Pasca Banjir Rob, Anggota Polairud di Kupang Bantu Bersihkan Rumah Warga yang Tertimbun Pasir
istimewa
Pasca Banjir Rob, Anggota Polairud di Kupang Bantu Bersihkan Rumah Warga yang Tertimbun Pasir

digtara.com - Personil Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polda NTT turun tangan membantu membersihkan rumah warga yang tertimbun material berupa pasir, genangan air, sisa-sisa kayu dan sampah plastik.

Baca Juga:

Hal itu disebabkan karena bencana banjir rob yang terjadi di pesisir Pantai Tablolong, Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (4/2/2025) lalu.

Aksi pembersihan rumah warga terdampak banjir rob dipimpin Kanit 1 SAR Polairud Polda NTT, Ipda Joel Bolang.

"Kami membantu membersihkan sisa-sisa material yang terbawa banjir rob ke dalam rumah-rumah warga dan sudah sejak kemarin siang," ujar Ipda Joel Bolang, Kamis (6/2/2025).

Pembersihan material itu diperintahkan langsung oleh Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Irwan Deffi Nasution.

Selain itu, mereka juga diperintahkan untuk melakukan survei terhadap rumah-rumah warga yang terdampak.

"Kami langsung membersihkan pintu rumah warga yang tertimbun pasir dan material lainnya," jelas Ipda Joel.

Dari peristiwa ini, terdapat dua rumah warga yang bagian pintunya tidak bisa dibuka karena tertimbun pasir yang cukup tebal atau sekitar 60 sentimeter. Kemudian, banyak rumah yang terendam air laut.

"Ada beberapa rumah yang penghuninya tidak bisa bersihkan sendiri, makanya kami berinisiatif untuk membatu dalam pembersihan, tetapi ada yang bersihkan sendiri," tambah Ipda Joel.

Ipda Joel mengungkapkan saat kejadian itu, tidak disertai angin kencang maupun hujan.

Namun, hanya gelombang tinggi saja, tetapi warga panik panik dan kabur berhamburan.

Kerusakan yang ditimbulkan kebanyakan pada bagian pintu, jendela, tempat tidur, meja dan lemari semuanya basah.

Kemudian terdapat satu rumah yang bagian fondasinya sudah retak dan terancam roboh.

"Tadi kami cek ke setiap rumah itu banyak kasur tidur yang basah semua karena saat kejadian warga lebih dahulu mengevakuasi barang-barang berharga seperti ijazah, kartu keluarga, sertivikat dan barang berharga lainnya," ujar Joel.

Rumah warga yang terdampak itu jaraknya sekitar 20-30 meter dari tepi pantai.

Tembok penahan yang dibangun juga sudah tertimbun pasir.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Curhat Dengan Polisi, Warga Liliba Keluhan Judi Sabung Ayam, Miras dan Praktek Kumpul Kebo

Curhat Dengan Polisi, Warga Liliba Keluhan Judi Sabung Ayam, Miras dan Praktek Kumpul Kebo

Karyawan Rumah Makan Teluk Rasa Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Arus Listrik

Karyawan Rumah Makan Teluk Rasa Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Arus Listrik

Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas

Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas

Nelayan di Alor-NTT Hilang saat Melaut, Kapolres Kerahkan Anggota Bantu Temukan Korban

Nelayan di Alor-NTT Hilang saat Melaut, Kapolres Kerahkan Anggota Bantu Temukan Korban

Komentar
Berita Terbaru