Polres Manggarai Barat Siapkan 328 Hektar Lahan Untuk Dukung Program Asta Cita
digtara.com - Polres Manggarai Barat, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat setempat menanam jagung secara serentak pada Selasa (21/1/2025).
Baca Juga:
- 25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
- Baru Bebas dari Penjara, Remaja di Manggarai Barat Kembali Bobol Rumah Warga Untuk Judi Online
- Kapolres Manggarai Barat Datangkan Terapis Bantu Pasien Stroke di Tenda Pengungsian
Aksi ini dilakukan untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan Polri atas program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Penanaman jagung dilakukan di Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT.
Hadir pula di lokasi Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Sawer Gading S. Putera dan Kanisius Jehabut, Kepala Bulog Labuan Bajo, Nurfuad Indra Mitra, Pas Ops Lanal Labuan Bajo, Kapten Laut (P) Anang, Danramil 1612-02/Komodo, Lettu Inf. I Gede Ardana, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mabar, Ngurang A. Pradewa Artha, dan sejumlah pejabat utama Polres Manggarai Barat.
Kapolres Mabar, AKBP Christian Kadang mengatakan program tersebut merupakan kegiatan swasembada pangan dengan target 1 juta hektare lahan pertanian jagung di seluruh Indonesia.
Untuk tahap awal sudah mulai menanam 10 kilogram bibit jagung dilahan seluas 0,5 hektare.
Penanaman ini juga dilakukan ditingkat Polsek jajaran.
"Kami siapkan lahan kurang lebih 328 hektare untuk mendukung program ini," kata Kapolres pada Selasa (21/1/2025) siang.
Tidak hanya sebatas menanam, polisi juga akan terlibat langsung dalam mendampingi dan memonitor pertumbuhan tanaman, mulai dari perawatan hingga panen.
Kapolres menyebut, pada penanaman ini, benih jagung yang ditanam adalah bibit jagung komposit varietas Lamuru.
Jagung ini merupakan salah satu jenis jagung komposit yang banyak ditanam di Indonesia.
"Keunggulan dari varietas jagung tersebut dapat menghasilkan delapan ton per hektare nya, selain itu juga tahan terhadap penyakit penting pada jagung, yakni bulai dan karat," sebutnya.
Penanaman ini merupakan bagian dari upaya besar untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat.
"Ini adalah langkah konkret mendukung program pemerintah khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan, terutama dalam meningkatkan hasil pertanian serta membuka peluang ekonomi baru," jelas Kapolres.
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Baru Bebas dari Penjara, Remaja di Manggarai Barat Kembali Bobol Rumah Warga Untuk Judi Online
Kapolres Manggarai Barat Datangkan Terapis Bantu Pasien Stroke di Tenda Pengungsian
Remaja Pria di Manggarai Barat Curi Bobol Rumah Warga Korban Gempa Flores
6.399 Unit Fasilitas dan Rumah Warga di Manggarai Barat Rusak Pasca Gempa, Korban Jiwa dan Pengungsi Mencapai 1.580 Orang