Tidak Ada Tanda Kekerasan, Pria Tewas dalam Bak Air Ternyata Terjatuh saat Hendak BAB
"Saya sudah ke TKP dan periksa cctv, semuanya gelap. Mungkin saat itu tidak ada yang melihat saat korban jatuh," tambah Kapolresta.
Baca Juga:
Untuk memastikan hal tersebut, dilakukan visum oleh tim dokter dari Bid Dokkes Polda NTT pada Sabtu (18/1/2025) malam.
"Hasil pemeriksaan medis dan visum bahwa seluruh organ tubuh lengkap dan tidak ada yang rusak. Seluruh organ tubuh utuh. Korban murni (meninggal) karena jatuh dan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban," tegas Kapolresta Kupang Kota.
Hasil pemeriksaan medis maupun hasil olah TKP sudah dijelaskan ke keluarga dan keluarga korban pun ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak diotopsi.
Kapolresta menambahkan kalau sehari sebelum kejadian, tepatnya pada Jumat (17/1) malam, korban bertemu dengan teman-temannya dan mengadakan sebuah pesta.
"Setelah itu korban kembali malam-malam dengan membawa sepeda motor, dan korban diduga hendak buang air besar, lalu berhenti di sebuah bak penampung air yang menjadi lokasi TKP," urai Kapolresta.
Saat ditemukan warga, korban masih berada di dalam bak, lalu kemudian dievakuasi ke luar oleh personel Polresta Kupang Kota yang datang ke TKP bersama tim medis dari RSB Kupang.
"Saat dievakuasi dari dalam bak dengan kedalaman hingga 9 meter, dan penuh dengan air serta sampah-sampah plastik, korban masih mengenakan celana yang telah diturunkan separuh, dan korban diketahui tidak bisa berenang," tandas Kapolresta lagi.
Dari TKP, ditemukan sepeda motor honda vario, sandal milik korban dan bekas tinja manusia yang berada di tepi atau pinggiran bak, celana jeans dan ikat pinggang yang tenggelam di dalam bak.
"Barang bukti telah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan, dan pada celana jenis jeans warna hitam pucat, ditemukan bekas tinja milik korban yang masih menempel di celana tersebut," sebutnya.
Kakak korban, Riko Mana (35) mengaku kalau pada Jumat (17/1/2025) malam sekitar pukul 20.00 Wita, korban izin kepada kakak korban akan pergi minum-minum dengan teman korban.
Namun korban tidak menyampaikan akan minum di mana dan dengan siapa.
Enam Ton Beras SPHP Didistribusikan ke Warga Kabupaten Kupang
WNI Tersangka Penyelundupan Manusia Diserahkan ke Kejari Kota Kupang
Sidak Pasar Bersama Forkopimda, Polresta Kupang Kota Bakal Tindak Tegas Oknum Yang Melanggar Hukum
Jemaah Umroh Asal NTT Diminta Tunda Agenda Umroh Saat Konflik Timur Tengah Menguat
Awal Pekan Bulan Maret, Kapolresta Kupang Kota dan Para Kapolsek Jadi Inspektur Upacara di Sejumlah Sekolah di Kota Kupang