Komunitas WikiPangan NTT Terbentuk, Zadrak Mengge-Nuning A. Purnami Didaulat jadi Ketua dan Sekretaris
digtara.com - Kepengurusan komunitas WikiPangan NTT telah terbentuk. Komunitas yang mempromosikan pangan lokal untuk ketahanan iklim ini, beranggotakan berbagai unsur termasuk akademisi.
Baca Juga:
Bertempat di Lantai II La Moringa Kupang pada Jumat (4/10/2024), komunitas ini terbentuk dihadiri Sylvanita Fitriana, Research officer Land4Lives ICRAF Indonesia dan tim.
Zadrak Mengge didaulat menjadi ketua dan Nuning A. Purnami dipercayakan menjadi sekretaris. Pengurus ini akan mengemban tugas hingga tiga tahun kedepan atau periode 2024-2026.
Penunjukkan pengurus secara musyawarah mufakat ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan diawali dengan diskusi berbagai hal mengenai pangan di NTT.
Kepengurusan WikiPangan NTT dilengkapi dengan sejumlah divisi yang memiliki koordinator.
Divisi kampanye dan edukasi dikoordinir Ryan Sudrajat. Divisi Riset dan data dikoordinir Erni Koeslulat. Divisi Humas dan kerjasama dikoordinir Imanuel Lodja dan Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi dikoordinir Heni Purniawati.
Pengurus segera melengkapi struktur dan merancang berbagai program untuk dilaksanakan selama tiga tahun masa kepengurusan.
Sebelumnya ada enam calon ketua yang diusulkan peserta pertemuan untuk dipilih menjadi ketua. Namun dari enam orang tersebut, empat orang memilih mundur sehingga hanya tersisa Zadrak Mengge dan Nuning Purnami.
Saat penyampaian visi dan misi, calon ketua Nuning A. Purnami berjanji akan mengimplementasikan program kerja secara efektif dan efisien serta memperkuat rasa kebersamaan dalam organisasi demi terwujudnya WikiPangan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ditpolairud Polda NTT Salurkan Tujuh Ton Bantuan Air Bersih Bagi Warga Reok-Manggarai
Relawan Meninggal Dunia Saat Antar Bantuan Kemanusiaan ke Lokasi Gempa di Manggarai Timur
Kapolda NTT Bantu Bangun Kembali Masjid Di Mbay-Nagekeo Pasca Gempa
Akses Terbatas, Warga Korban Gempa di Pulau Palu'e-Sikka Dievakuasi Pakai Helikopter
Pohon Tumbang di Depan Sekolah di Kupang Nyaris 'Makan Korban'