Arena Panahan PON XXI di Aceh Porak Poranda Dihantam Angin Kencang, Tenda Robek, Kompetisi Ditunda
digtara.com - Arena panahan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, hancur akibat hujan deras dan angin kencang, Rabu (19 September 2024).
Baca Juga:
- Pengawasan BBM dan LPG 3 Kg di Banda Aceh Jelang Ramadan, Pertamina Pastikan Takaran Sesuai dan Stok Aman
- Rencana Kenaikan Iuran JKN, Vita Ervina: Kebijakan Harus Berpihak Pada Rakyat Dan Jamin Keberlanjutan JKN Dalam Jangka Panjang
- Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air
Angin kencang merobek tenda di sisi kiri arena, sementara beberapa tenda lainnya rusak penutupnya.
Selain itu, perlengkapan lain seperti kipas angin dan televisi yang ada di tribun juga ikut roboh dan basah akibat hujan deras.
Saat kejadian, para atlet yang sedang istirahat sekitar pukul 11.45 WIB berlari ke tengah lapangan karena hujan menyebabkan tenda berguncang hebat.
Juri lomba panahan Ilham Maulana mengakui kompetisi nasional yang dijadwalkan dilanjutkan pukul 13.00 WIB itu kemungkinan besar akan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
"Kemungkinan besar akan ditunda, harus kita jadwalkan ulang. Dulu rambu-rambu sasaran banyak yang tumbang sehingga ditunda," kata Ilham.
Pukul 12.40 WIB para atlet sudah meninggalkan arena. Ada atlet yang berlindung di tribun penonton, ada pula yang berlindung di gedung-gedung sekitar arena.
Disclaimer:Artikel ini merupakan kerjasama digtara.com dengan suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab suara.com.
Pengawasan BBM dan LPG 3 Kg di Banda Aceh Jelang Ramadan, Pertamina Pastikan Takaran Sesuai dan Stok Aman
Rencana Kenaikan Iuran JKN, Vita Ervina: Kebijakan Harus Berpihak Pada Rakyat Dan Jamin Keberlanjutan JKN Dalam Jangka Panjang
Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air
Ipong Dalimunthe SE Dikukuhkan Sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Sumut. "Menyala Dari Akar"
Menag Nasaruddin: Pesantren Harus Berani Berfikir Inovatif untuk Melahirkan Pemikir Dunia yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman