Rabu, 28 Januari 2026

BKKPN Kupang Turunkan Tim Cek Mamalia yang Terdampar di Alor

Imanuel Lodja - Sabtu, 07 September 2024 08:00 WIB
BKKPN Kupang Turunkan Tim Cek Mamalia yang Terdampar di Alor
istimewa
BKKPN Kupang Turunkan Tim Cek Mamalia yang Terdampar di Alor

digtara.com - Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Imam Fauzi mengaku sudah mendapat informasi terkait terdamparnya puluhan mamalia laut di perairan Kabupaten Alor pada Jumat (6/9/2024) petang.

Baca Juga:

"Iya, saya monitor kejadian tersebut," ujar Imam Fauzi saat dikonfirmasi Jumat (6/9/2024) malam.

Namun Imam belum mengetahui pasti jumlah mamalia yang terdampar di Kabupaten Alor. Ia memastikan masih ada ikan lumba-lumba yang masih mengapung di laut. "Jumlah pastinya belum diketahui. informasinya masih ada yang mengapung di laut," tambahnya.

Imam menyebutkan kalau mamalia tersebut terdampar di selatan Pulau Alor dan cukup jauh dari Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor.

Hingga saat ini belum ada tim yang diterjunkan ke lokasi kejadian karena sudah malam dan jarak yang jauh. Ia memastikan tim akan turun pada Sabtu (7/9/2024).

"Tim belum ada yang bisa turun ke lapangan karena sudah malam. Sabtu pagi (tim) baru turun," ujar Imam.

Imam mengaku mendapatkan informasi kalau ada 50 ekor mamalia yang terdampar di Liliwera, Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor.

Namun karena kondisi malam hari dan akses jalan ke sana jauh maka baru pada Sabtu pagi tim akan turun ke lokasi.

"Setelah tim kesana, baru kita bisa memastikan jumlah berapa yang terdampar, berapa mati dan berapa hidup serta langkah untuk penanganannya," ujar Imam Fauzi.

Laporan lain dari UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut sekitarnya menyampaikan bahwa mamalia yang ditemukan dan mati merupakan jenis paus pilot (Globicephala macrorhynchus).

Melihat kondisi wilayah dan perairan yang cukup sulit, maka telah dilakukan koordinasi dengan Polres Alor dan Polsek Alor Timor Subsektor Peitoko, dengan hasil bahwa pada Sabtu 7 September 2024, Polsek Alor Timor Subsektor Peitoko akan melakukan identifikasi awal ke lokasi untuk mendata jumlah serta keadaan dari Paus tersebut.

Hasil pendataan awal akan menjadi dasar untuk penanganan selanjutnya dari pihak UPTD dan pihak BPSPL Denpasar Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Apabila ditemukan Paus yang mati, maka akan diambil sampel untuk dilakukan uji sampel di Laboratorium di Bali guna memastikan penyebab kematiannya.

Diharapkan masyarakat untuk tidak mengambil bagian apapun dari Paus tersebut untuk mencegah hal -hal yang tidak diinginkan akibat dari kematian Paus yang belum diidentifikasi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polresta Kupang Kota-Imigrasi TPI Kupang Bahas Masalah TPPO dan Imigran Gelap

Polresta Kupang Kota-Imigrasi TPI Kupang Bahas Masalah TPPO dan Imigran Gelap

Diterjang Angin Puting Beliung, Bocah di Kupang Terhempas Bersama Puing-puing Rumah

Diterjang Angin Puting Beliung, Bocah di Kupang Terhempas Bersama Puing-puing Rumah

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Curhat Dengan Polisi, Warga Liliba Keluhan Judi Sabung Ayam, Miras dan Praktek Kumpul Kebo

Curhat Dengan Polisi, Warga Liliba Keluhan Judi Sabung Ayam, Miras dan Praktek Kumpul Kebo

Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Alor-NTT Masih Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Alor-NTT Masih Belum Ditemukan

Komentar
Berita Terbaru