Selasa, 11 Agustus 2026

Mantan Kades dan Bendahara Desa di Sabu Raijua Ditahan dalam Kasus Buang Bayi

Imanuel Lodja - Kamis, 29 Agustus 2024 07:46 WIB
Mantan Kades dan Bendahara Desa di Sabu Raijua Ditahan dalam Kasus Buang Bayi
net
Ilustrasi.

HH kemudian membungkus bayinya yang masih hidup dengan kain dan langsung membuat lubang di tanah di belakang rumahnya untuk menguburkan bayi yang masih hidup tersebut.

Baca Juga:

Dokter Puskesmas Eilogo, dr Desy Riyanti Lambe menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan diduga bayi dilahirkan dalam keadaan hidup.

Namun untuk lebih memastikannya, harus dilakukan otopsi terhadap jasad bayi.

Jasad bayi laki-laki ini ditemukan di RT 09/RW 05, Desa Loborui, Kecamatan Liae, Kabupaten Sabu Raijua pada Selasa (27/8/2024).

Diperkirakan jasad bayi berumur 6-7 bulan dan lahir prematur.

Saat ditemukan, tubuh bayi sudah tidak utuh lagi.

Tangan kiri sudah tidak ada. Kaki kiri hanya sampai pada bagian paha. Kaki kanan dari pangkal paha sudah tidak ada. Ada luka di ubun-ubun serta lebam mayat pada bagian belakang jasad.

Ditemukan pula lubang bekas galian di belakang rumah HH sedalam kurang lebih 30 centimeter dengan jarak dari rumah sekitar 7 meter, yang diduga sebagai tempat dikuburkannya jenazah bayi tersebut.

Diamankan pula pisau bergagang kayu yang diduga digunakan oleh HH untuk memotong tali pusar bayi.

Polisi sudah mengamankan HH dan MDW.

"Diamankan terduga pelaku HH dan MDW untuk dimintai keterangan. Mereka calon tersangka," ujar Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis saat dikonfirmasi Rabu (28/8/2024).

Polisi juga mengamankan barang bukti baju dan celana milik HH yang diduga dipakai saat melahirkan.

Polisi juga mengamankan handphone merk vivo Y12 milik HH.

Polisi memeriksa HH dan MDW serta sembilan orang saksi. Ikut dimintai keterangan penjabat kepala desa, Ha'e Bangngu.

Kapolsek Sabu Timur sempat meminta warga untuk menghadirkan di lokasi kejadian semua perempuan yang masih produktif.

Munculah HH yang rumahnya bersebelahan dengan TKP penemuan jasad.

Kapolsek Sabu Timur, Ipda Mustarif Ibrahim meminta bidan Pustu Loborui memeriksa HH di Pustu karena kondisi fisiknya terlihat sangat lemah dan pucat layaknya orang yang baru melahirkan. Gerak-gerik HH pun terlihat cemas.

HH pernah mengaku ke Penjabat Kades Loborui pada 12 Agustus 2024 yang lalu bahwa dirinya hamil dengan mantan Kades Loborui, MDW.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polisi Selidiki Pelaku Buang Bayi di Kupang

Polisi Selidiki Pelaku Buang Bayi di Kupang

Kades Minta Dilakukan Penelitian Soal Semburan Lumpur di Semau

Kades Minta Dilakukan Penelitian Soal Semburan Lumpur di Semau

Atasi Ancaman Abrasi, Warga Purworejo Bonang Gandeng Komunitas Phylosopicture KPI UIN Walisongo Tanam Mangrove di Sepanjang Pesisir

Atasi Ancaman Abrasi, Warga Purworejo Bonang Gandeng Komunitas Phylosopicture KPI UIN Walisongo Tanam Mangrove di Sepanjang Pesisir

Diperiksa Pasca Dirawat, IRT Pelaku Buang Bayi Mengaku Dihamili Mantan Pacar Yang Juga Perangkat Desa

Diperiksa Pasca Dirawat, IRT Pelaku Buang Bayi Mengaku Dihamili Mantan Pacar Yang Juga Perangkat Desa

Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga, Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Desalinasi Desa Banjarsari Sayung Demak

Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga, Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Desalinasi Desa Banjarsari Sayung Demak

Polsek Kota Lama Berupaya Ungkap Kasus Buang Bayi

Polsek Kota Lama Berupaya Ungkap Kasus Buang Bayi

Komentar
Berita Terbaru