Sabtu, 11 Juli 2026

Lansia di Flores Timur-NTT Ditemukan Tewas di Muara Sungai

Imanuel Lodja - Senin, 27 Mei 2024 12:00 WIB
Lansia di Flores Timur-NTT Ditemukan Tewas di Muara Sungai
istimewa
Lansia di Flores Timur-NTT Ditemukan Tewas di Muara Sungai

digtara.com - Mina Bage (90), warga Dusun Binongko, Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas tenggelam di muara sungai akhir pekan lalu.

Baca Juga:

Korban ditemukan tidak bernyawa di muara sungai Wai Boleng, Dusun Binongko, Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Korban ditemukan pertama kali oleh Arifin Mamun (46) dan Siti Sofia (43), warga Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Sekitar pukul 15.00 wita, Arifin dan Siti kebetulan melintas di seputaran lokasi muara sungai.

Arifin dan Siti hendak ke kebun untuk memberi makan ternak kambing.

Saat sampai di sekitar lokasi kejadian, Arifin melihat seorang yang lagi mengambang di atas permukaan air dalam kondisi telungkup.

Karena merasa takut, Arifin dan Siti pun menghubungi masyarakat di dusun Binongko guna sama - sama memastikan temuan mereka tersebut.

Setelah masyarakat berdatangan, barulah Arifin dan Siti mengetahui identitas korban yang ditemukan tersebut bernama Mina Bage.

Korban juga diketahui merupakan warga masyarakat Desa Sagu.

Masyarakat pun berinisiatif mengevakuasi korban ke rumah duka di dusun Binongko, Desa Sagu.

Selanjutnya warga pun menginformasikan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian Polsek Adonara untuk ditindaklanjuti.

Kasus ini kemudian dilaporkan oleh Idris Yanto (53), warga Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Piket SPKT Polsek Adonara bersama Kanit Intelkam Polsek Adonara dan Dokter dari Puskesmas Sagu ke lokasi kejadian dan rumah duka korban guna melakukan pemeriksaan luar tubuh korban.

Kasat Reskrim Polres Flores Timur, Iptu Lazarus Marthin Ahab La'a yang dikonfirmasi pada Senin (27/5/2024) menyebutkan kalau hasil olah TKP dan pemeriksaan luar bersama dokter umum Puskesmas Sagu, dr. Anita Lia Arsanti Wangsa Marapati bahwa kondisi tubuh korban (perut korban) telah membengkak akibat terendam air dan kemasukan air dalam waktu cukup lama.

Saat ditemukan, korban menggunakan baju kaos oblong warna pink lengan panjang serta menggunakan celana panjang warna hitam

"Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 4 hingga 5 jam pada saat ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ujar Kasat.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan keluarga korban bahwa keluarga menolak dilakukan visum dan otopsi.

Keluarga korban menganggap peristiwa ini merupakan musibah yang terjadi di dalam keluarga.
Keluarga pun membuat surat pernyataan penolakan otopsi.

Menurut keterangan keluarga korban bahwa selama ini, korban tergolong orang dengan kebutuhan khusus sejak lahir dan selalu jalan-jalan sesuka hatinya.

Korban keluar dari rumah kerabatnya sekitar pukul 08.00 Wita dengan tujuan mencari kayu bakar bersama masyarakat sekitarnya.

"Kondisi tubuh korban kalau jatuh susah untuk bangun lagi kalau tidak dengan bantuan orang lain," ujar Kasat Reskrim.

Korban diperkirakan terjatuh dalam air dengan posisi telungkup sehingga air banyak masuk ke dalam tubuh korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Keluarga korban pun menerima dengan iklas atas kematian korban dan menolak untuk dilakukan otopsi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dit Res PPA Polda NTT Periksa Orang Tua hingga Pacar Dokter Icha, Ditreskrimum Ambil Keterangan Saksi di TTU

Dit Res PPA Polda NTT Periksa Orang Tua hingga Pacar Dokter Icha, Ditreskrimum Ambil Keterangan Saksi di TTU

Tim Gabungan URC Resmob Polda NTT-Polres TTU Bekuk Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan

Tim Gabungan URC Resmob Polda NTT-Polres TTU Bekuk Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan

Polres Sumba Tengah Segera Dikukuhkan, Anggota Polres Sumba Barat Kerja Bakti Pembersihan Lokasi Mako

Polres Sumba Tengah Segera Dikukuhkan, Anggota Polres Sumba Barat Kerja Bakti Pembersihan Lokasi Mako

Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU

Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU

Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang

Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang

Puluhan Keluarga di Takari Dapat Bansos dari Kapolda NTT

Puluhan Keluarga di Takari Dapat Bansos dari Kapolda NTT

Komentar
Berita Terbaru