Sabtu, 03 Oktober 2026

Terinspirasi Kesusahan Hidup Sejak Remaja, Polisi di Manggarai-NTT Ini Rela Gadaikan Gaji Demi Bangun Sekolah Bantu Warga Kurang Mampu

Imanuel Lodja - Senin, 05 Februari 2024 08:30 WIB
Terinspirasi Kesusahan Hidup Sejak Remaja, Polisi di Manggarai-NTT Ini Rela Gadaikan Gaji Demi Bangun Sekolah Bantu Warga Kurang Mampu
istimewa
Terinspirasi Kesusahan Hidup Sejak Remaja, Polisi di Manggarai-NTT Ini Rela Gadaikan Gaji Demi Bangun Sekolah Bantu Warga Kurang Mampu

Karena berbagai keterbatasan, pernikahan ini tanpa acara pesta. Syamsudin dan Rini Mulyasari hanya melakukan ijab kabul dan bersyukur sendiri tanpa pesta karena ketiadaan biaya.

Baca Juga:

Ketika bertugas di Intelkam Polres Manggarai, Syamsudin mulai menjalin pertemanan dan relasi dengan berbagai pihak.

Saat itu, Syamsudin dan istri yang masih tinggal di rumah kontrakan melihat banyak anak-anak usia sekolah yang putus sekolah dan lebih banyak membantu orang tuanya.

Anak putus sekolah terbanyak adalah merupakan warga pendatang karena orang tua mereka fokus pada mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengabaikan pendidikan anak-anak.

Syamsudin yang sudah dikaruniai empat orang anak kemudian berdiskusi dengan istrinya agar bisa membantu sesama. Dalam berbagai keterbatasan hidup, Syamsudin dan Rini Mulyasari bertekad membantu anak-anak di bidang pendidikan.

Dari diskusi panjang ini lah, Syamsudin dan istri bersepakat untuk membangun sekolah bagi anak-anak kurang mampu dan yatim piatu.

Syamsudin pun mengurus perizinan di kementerian Hukum dan HAM serta akta notaris untuk sekolah. Mereka sepakat membentuk dan membangun Raudhatul Athfal (RA) Deen Assalam sebagai lembaga pendidikan Islam untuk anak usia dini.

Pasca mengantongi izin, Syamsudin dipusingkan dengan lahan untuk membangun RA tersebut.

Kebetulan di depan rumah mereka ada lahan kosong sehingga Syamsudin dan istri memberanikan diri bertemu dengan pemilik lahan untuk menyewa lahan kosong tersebut.

Syamsudin dan pemilik lahan sepakat soal sewa lahan Rp 2,5 juta per tahun. Urusan lahan beres, kini Syamsudin pusing lagi dengan urusan bangunan sekolah.

Syamsudin kemudian mengajukan pinjaman kredit ke BRI Ruteng dan mendapatkan pinjaman Rp 50 juta.

Dengan modal uang pinjaman ini, Syamsudin mulai membangun ruangan untuk RA atau TK, namun masih kurang.

Beruntung ia mendapatkan banyak bantuan tenaga dan bahan bangunan dari warga masyarakat.

Sejumlah warga yang memiliki sisa bahan bangunan kemudian menyumbangkan kepada Syamsudin untuk kelancaran pembangunan RA tersebut.

Pada tahun 2019, RA Deen Assalam pun bisa dimanfaatkan di lahan sewa yang terletak di RT 13/RW 04, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ini Duduk Perkara Pembunuhan Berencana Yang Menyeret Lima Tersangka di Rote Ndao

Ini Duduk Perkara Pembunuhan Berencana Yang Menyeret Lima Tersangka di Rote Ndao

Karyawati Rumah Makan Meninggal Diduga Sakit Lambung

Karyawati Rumah Makan Meninggal Diduga Sakit Lambung

Semangat Nasionalisme, Polres Sumba Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Semangat Nasionalisme, Polres Sumba Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Diduga Jatuh dari Pohon Saat Ambil Pakan Ternak Kambing, Pria di Kabupaten Nagekeo Ditemukan Meninggal Dunia

Diduga Jatuh dari Pohon Saat Ambil Pakan Ternak Kambing, Pria di Kabupaten Nagekeo Ditemukan Meninggal Dunia

Pemilik Tidur, Sepeda Motor Milik Warga Sabu Raijua Terbakar

Pemilik Tidur, Sepeda Motor Milik Warga Sabu Raijua Terbakar

Kabupaten Kupang-NTT Dilanda Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Tidak Berpotwnai Tsunami

Kabupaten Kupang-NTT Dilanda Gempa Bumi Magnitudo 4,8 Tidak Berpotwnai Tsunami

Komentar
Berita Terbaru