Satu Korban Insiden Stevano Open Road Race Meninggal Dunia
Para korban yakni pembalap, Dody Arianto Meak (30), warga Wekatimun, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.
Baca Juga:
Lima warga sipil lainnya yakni Mario Luis da Silva (19), pelajar yang juga warga Weraihenek, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.
Melius Nuak, SPd (37), warga Loloa, Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.
Deky Hermawan (45), ASN yang juga warga Wekatimun, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.
Paskalis Rikardo Bitin Manlea (34), warga Halifean, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu dan Marselo Mau Resi, warga Raimaten, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.
Pengendara (pembalap) diduga mengalami rem blong pada bagian rem belakang sesaat sebelum memasuki tikungan kanan SD 1 Atambua (kuntum bahagia).
Pengendara hilang kendali sehingga menabrak pembatas lintasan (karung dan ban).
Kemudian menabrak 5 penonton dan sepeda motor terpental ke kios warga yang berada di sekitar lokasi kecelakaan.
Akibat dari kecelakaan tersebut, pengendara (pembalap) mengalami luka ringan yakni rasa sakit pada tangan kanan dan rasa sakit pada kaki kiri.
Penonton Paskalis Rikardo Bitin Manlea mengalami luka robek pada dahi sampai kepala.
Ia juga mengalami luka robek pada dahi, luka robek pelipis kanan, cedera kepala berat, trauma wajah, trauma tumpul perut, cedera leher, trauma tumpul dada dan sudah tersambung ke ventilator.
Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan
Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang
Mahasiswa di Manggarai-NTT Todong Sajam dan Gasak Barang Dalam Kios
IRT di Malaka-NTT Melahirkan dalam Kondisi Tangan Luka Parah Ditebas Suami
Korban Pencabulan Oleh Piche Kota Cs Tolak Pendampingan LPSK