Layanan Psikologi Kampus Belum Optimal
digtara.com - Sejumlah kasus bunuh diri terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
- Tidak Lulus Tes Psikologi Penerimaan Bintara Brimob, 214 Peserta Diberi Pendampingan Psikologi dan Konseling
- Dua Kelompok Mahasiswa Bentrok di Depan Kampus UMK, Polisi Amankan Tiga Orang Mahasiswa
- Dinilai Berhasil Jalankan Turansi, Dewan Pendidikan Kabupaten Sukamara Kalteng Datangi Dewan Pendidikan Kota Semarang
Khususnya di bulan Oktober 2023 ini ada sejumlah kasus yang dialami mahasiswa bahkan pelajar.
Ada 3 mahasiswa dari perguruan tinggi berbeda yang mengakhiri hidup mereka sendiri sebulan itu.
Dua kasus itu terjadi di Kota Kupang dan 1 lainnya terjadi di Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Tidak ada fakta tunggal yang mendorong seseorang untuk bunuh diri.
Dalam kasus ini mencuat beberapa faktor penyebab para mahasiswa ini memilih jalan akhir seperti itu.
Dua mahasiswa di Kota Kupang misalnya, polemik personal dan perkuliahan diperkirakan jadi pemicu.
Sedangkan di dalam lingkungan kampus sendiri dinilai tak ada tempat bagi mahasiswa untuk terbuka menyampaikan tekanan yang mereka alami, berbanding dengan tuntutan yang mereka dapati selama berkuliah.
Dosen psikologi dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Indra Yohanes Kiling di ruang kerjanya, Kamis (9/11/2023) menekankan dalam lingkungan kampus sendiri dituntut oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memiliki layanan psikologis.
Menurut Indra layanan psikologis harusnya sudah mulai berfungsi di semua kampus yang ada di NTT sesuai Undang-undang Pendidikan dan Layanan Psikologi yang sudah disahkan Juli 2022 lalu.
Namun menurut Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana ini layanan tersebut justru semata jadi pelengkap tercapainya penilaian akreditasi.
Layanan ini muncul berkala dan biasanya tak berfungsi pasca pemeriksaan atau evaluasi akreditasi.
"Ada fakultas yang punya tapi ada juga baru bikin kalau ada evaluasi akreditasi. Ini yang harusnya diseriusi bukan dipikirkan belakangan," tukasnya.
Fungsi layanan psikologi ini sebenarnya bisa bertujuan untuk mendalami penyebab mengapa performa Indek Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa anjlok, atau mengapa tunggakan administrasi terjadi, maupun berbagai hal lainnya yang bisa dideteksi dari mahasiswa.
Masalah performa mahasiswa ini yang juga diduga dialami 2 mahasiswa di Kota Kupang yang berujung pada kasus kematian akibat bunuh diri.
Tidak Lulus Tes Psikologi Penerimaan Bintara Brimob, 214 Peserta Diberi Pendampingan Psikologi dan Konseling
Dua Kelompok Mahasiswa Bentrok di Depan Kampus UMK, Polisi Amankan Tiga Orang Mahasiswa
Dinilai Berhasil Jalankan Turansi, Dewan Pendidikan Kabupaten Sukamara Kalteng Datangi Dewan Pendidikan Kota Semarang
BNPT Geos to Campus. Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono: Penyebaran Paham Radikal Dominan Lewat Digital
Pelaku Pencurian di Kampus Unika Ruteng-Manggarai Ditangkap Polisi