Diduga Sakit Hati Diberhentikan Kerja, Pria di Tebingtinggi Nekat Bacok Toke Kanvas dan Anaknya hingga Nyaris Tewas
digtara.com - Diduga karena tak terima diberhentikan kerja, seorang buruh di kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, nekat membacok majikan.
Baca Juga:
- Ajak Para Nadhir Jadikan Wakaf Sebagai Fondasi Penting dalam Memajukan perguruan Tinggi di Indonesia
- Ketua Yayasan Bintang Ceria Bagikan 15.000 Paket Makanan untuk Korban Banjir Tebingtinggi
- Buat Dokumen Abal-Abal, Mantan Kepala BPBD dan Kabid di Tebingtinggi Ditahan Kejari: Kerugian Negara Rp116 Juta
Tak hanya itu, anak majikannya juga menjadi korban pembackan pelaku.
Akibat kejadian ini kedua korban mengalami luka serius dan nyaris tewas.
Sementara itu, usai melakukan aksinya pelaku langsung meninggalkan korban dan melarikan diri.
Peristiwa pembacokan ini terjadi Minggu sore (5/11/2023) sekitar pukul 15:30 Wib di Jalan Gelatik, Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi.
Sementara pelaku Dedi alias Anto (40) warga kota Tebingtinggi, yang tak lain adalah mantan karyawan korban sendiri.
Korban Zaini Akub Siregar (40) mengatakan, peristiwa berawal pada Sabtu (4/11/2023) saat dirinya memberhentikan pelaku dari pekerjaan sebagai karyawan kanvas miliknya.
Alasan pelaku diberhentikan karena identitas pelaku diketahui korban adalah seorang DPO oleh polisi.
Merasa sakit hati dikeluarkan dari pekerjaannya, pelaku sempat mengancam korban akan membunuh seluruh keluarganya.
Namun korban tidak memperdulikan atas ucapan pelaku.
"Besoknya pelaku kembali mendatangi rumah kami dengan mengendarai sepeda motor dan membawa sebilah celurit," kata Zaini Akub.
Saat pelaku sampai di depan rumah, korban sedang memuat barang daganganya ke dalam mobil.
Tanpa banyak tanya pelaku langsung membabi buta membacok tubuh korban mulai dari tangan, kepala, perut, kaki dan punggung korban.
Sementara anak korban, Bambang (13) yang mendengar ribut-ribut langsung keluar rumah.
Sesaat kemudian, pelaku juga menyerang anak korban hingga anak korban mengalami luka serius di bagian lengan dan bahu.
Merasa puas membabi buta pelaku langsung kabur dengan menggunakan sepeda motornya.
Melihat anak dan dirinya bersimbah darah, korban langsung berteriak minta tolong kepada warga.
Ajak Para Nadhir Jadikan Wakaf Sebagai Fondasi Penting dalam Memajukan perguruan Tinggi di Indonesia
Ketua Yayasan Bintang Ceria Bagikan 15.000 Paket Makanan untuk Korban Banjir Tebingtinggi
Buat Dokumen Abal-Abal, Mantan Kepala BPBD dan Kabid di Tebingtinggi Ditahan Kejari: Kerugian Negara Rp116 Juta
Rem Blong! Truk Tangki Nyaris Tabrak Rumah Warga Usai Terjun ke Parit 3 Meter di Tebingtinggi
Rumah Semi Permanen Kepala Lingkungan di Tebingtinggi Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting