Tangani Dampak Gempa, Pemkab Kupang Dapat Rp 250 Juta dari BNPB
digtara.com - Pemerintah Kabupaten Kupang mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca Juga:
Dana bantuan dana siap pakai sebesar Rp 250 juta diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan itu, untuk operasional penanganan darurat bencana gempa bumi magnitudo 6,6 yang terjadi pada tanggal 2 November 2023 di Kabupaten Kupang dan sekitarnya.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam - BNPB kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, Jumat (3/11/2023).
"Bantuan itu diterima langsung Bupati Kupang Korinus Masneno," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Ambrosius Kodo, Sabtu (4/11/2023).
Selain bantuan uang lanjut Ambrosius, BNPB juga menyerahkan sejumlah bantuan peralatan darurat bencana.
Ambrosius merinci, bantuan darurat itu berupa makanan siap saji sebanyak 500 pcs, sembako sebanyak 500 pack, terpal sebanyak 100 set, tenda 4x4 sebanyak 100 set, tenda pengungsi sebanyak dua set, matras sebanyak satu buah, dan selimut sebanyak 500 buah.
Dia berharap, bantuan itu bisa bermanfaat buat warga yang terkena dampak bencana alam.
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Kota Kupang , Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (2/11/2023) pagi.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang Margiono, mengatakan, gempa tersebut, berlangsung pada pukul 05.05 Wita.
"Data sementara, gempa dengan magnitudo 6,6 di wilayah Kota Kupang,"kata Margiono, Kamis pagi.
Gempa itu berlokasi di 10,34 derajat lintang selatan dan 123,76 derajat bujur timur.
"Pusat gempa bumi ini 24 kilometer tenggara Kupang, dengan kedalaman 10 kilometer," kata dia.
Sidak Pasar Bersama Forkopimda, Polresta Kupang Kota Bakal Tindak Tegas Oknum Yang Melanggar Hukum
Jemaah Umroh Asal NTT Diminta Tunda Agenda Umroh Saat Konflik Timur Tengah Menguat
Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan
Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang
Awal Pekan Bulan Maret, Kapolresta Kupang Kota dan Para Kapolsek Jadi Inspektur Upacara di Sejumlah Sekolah di Kota Kupang