Selasa, 27 Januari 2026

Nelayan Diamankan Polisi saat Tangkap Ikan dengan Bahan Peledak

Imanuel Lodja - Senin, 16 Januari 2023 13:21 WIB
Nelayan Diamankan Polisi saat Tangkap Ikan dengan Bahan Peledak

digtara.com – FN (39), nelayan asal Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, NTT diamankan polisi dari Ditpolairud Polda NTT.

Baca Juga:

Ia diamankan polisi karena menangkap ikan di perairan Pulau Semau Kabupaten Kupang menggunakan bahan peledak.

Selain mengamankan FN, polisi juga mengamankan barang bukti satu buah sampan, satu botol bom ikan siap pakai, satu set pukat dan dua buah dayung.

Penangkapan ini dilakukan anggota Subditgakum Ditpolairud Polda NTT di perairan Uiasa, Kecamatan Semau Utara, Kabupaten Kupang, pada Sabtu (14/1/2023) lalu.

Baca: Nelayan di Tapteng Ditangkap Polisi Dengan Barbut 104 Paket Daun Ganja dan Sabu

KBO Ditpolairud Polda NTT AKBP I Gede Putra Yase, SH didampingi Kasubditgakum Ditpolairud Iptu Dimas Yusuf R. STr.K SIK dan PS Pamin 6 Bidhumas Bripka Oriyanto Feni kepada wartawan membenarkan penangkapan ini di Mako Ditpolairud Polda NTT, Senin (16/1/2023).

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diperoleh dari para nelayan bahwa di wilayah perairan Uiasa masih sering terjadi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (Bom Ikan).

Dari Informasi tersebut, lalu ditindaklanjuti dan berhasil mengamankan seorang laki-laki yang diduga pelaku pengeboman ikan.

“Menindak lanjuti informasi tersebut, pada hari Sabtu tanggal 14 Januari pukul 14.00 WITA Crew KP P. Sebayur XXII-3011 dan Crew KPC XXII-2005 melakukan pengamatan di wilayah pesisir pantai Desa Uiasa dan pada pukul 16.00 Wita, kami melihat dan mendengar dua kali bunyi ledakan disertai sumburan air laut ke atas dan kami tetap memantau para pelaku melakukan penyelaman. Sekitar pukul 16.30 Wita, Crew KP.P Sebayur XXII-3011 dan Crew KPC XXII 2005 melakukan pengejaran dan penangkapan seorang laki- laki yang diduga pelaku pengeboman ikan,” ujar AKBP I Gede Putra Yase, SH.

Tersangka diduga melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang–Undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak.

“Tersangka diancam dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun,” kata mantan Waka Polres Alor ini.

Modus operandinya adalah tersangka melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

“Biaya murah untuk membuat bom ikan dengan hasil penangkapan ikan yang sangat banyak serta mendapat keuntungan pribadi menjadikan tersangka melakukan aksinya,” tambah mantan Waka Polres Flores Timur.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Nelayan Diamankan Polisi saat Tangkap Ikan dengan Bahan Peledak

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Warga Kupang-NTT Agar Waspadai Cuaca Ektrem, Polisi Pun Siaga

Warga Kupang-NTT Agar Waspadai Cuaca Ektrem, Polisi Pun Siaga

Polisi Curi Motor Polisi di Polresta Deli Serdang, Pelaku Anggota Samapta Ditangkap

Polisi Curi Motor Polisi di Polresta Deli Serdang, Pelaku Anggota Samapta Ditangkap

Polisi Amankan Sembilan Terduga Pelaku Penyerangan dan Penganiayaan di Malaka

Polisi Amankan Sembilan Terduga Pelaku Penyerangan dan Penganiayaan di Malaka

Puluhan Kasus Selama Tahun 2025 Libatkan Polisi di NTT, Kapolda Janji Tindak Tegas

Puluhan Kasus Selama Tahun 2025 Libatkan Polisi di NTT, Kapolda Janji Tindak Tegas

Begini Penjelasan Kapolres Alor Terkait Insiden Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi

Begini Penjelasan Kapolres Alor Terkait Insiden Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi

Temukan Handphone dan Dipakai Berbulan-bulan, Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Temukan Handphone dan Dipakai Berbulan-bulan, Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Komentar
Berita Terbaru