Jumat, 13 Maret 2026

Wilayah NTT Dilanda Gelombang Rossby, Warga Diminta Waspada

Redaksi - Jumat, 01 Juli 2022 04:19 WIB
Wilayah NTT Dilanda Gelombang Rossby, Warga Diminta Waspada

digtara.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, mengeluarkan surat imbauan terhadap dampak gelombang Rossby. NTT Dilanda Gelombang Rossby

Baca Juga:

Surat bernomor BPBD.360/99/VI/2022 itu menginstruksikan kepada seluruh kepala pelaksana BPBD Kabupaten maupun Kota di Nusa Tenggara Timur untuk memantau perkembangan cuaca masing-masing dan mendesiminasikan peringatan dini cuaca dari BMKG, kepada masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan.

Surat yang ditandatangani oleh Kepala Pelaksana BPBD Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo tersebut juga menginstruksikan agar mengerahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi secara mandiri, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan lebih dari satu jam ke tempat aman.

Baca: Peringati Hari Bhayangkara ke 76, Kapolda NTT Tabur Bunga di Laut

“Warga yang berdiam di lereng-lereng, bantaran sungai maupun dataran rendah untuk melakukan evakuasi mandiri. Menetapkan titik evakuasi serta memastikan jalur evakuasi diketahui, dan dapat dilalui di wilayah masing-masing,” tulisannya.

BMKG membenarkan surat tersebut. Menurut Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Ni Putu Nonik Prianti, imbauan kesiapsiagaan terkait cuaca ekstrim itu berasal dari BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan merujuk pada informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang.

“Gelombang atmosfer Rossby aktif di wilayah Nusa Tenggara Timur sejak 21 Juni hingga 29 Juni lalu,” jelasnya.

Ni Putu Nonik Prianti menambahkan, musim kemarau di Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur pada tahun ini disertai dengan adanya fenomena La Nina, atau kemarau basah.

Suhu muka laut di wilayah Nusa Tenggara Timur masih hangat, sehingga suplai uap air masih cukup banyak dan didukung kelembapan udara dari lapisan atas, hingga bawah yang cukup basah menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di Nusa Tenggara Timur juga cukup tinggi.

Masih menurut Ni Putu Nonik Prianti, keberadaan siklon tropis Chaba di Laut Cina Selatan juga turut mempengaruhi kondisi cuaca di Nusa Tenggara Timur, karena menjadi daerah pertemuan dan belokan angin sehingga memberikan dampak pada peningkatan curah hujan.

“Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga empat hari ke depan. Kami akan terus memonitor dan segera memperbarui informasi cuaca, jika terjadi perubahan cuaca yang signifikan,” tutup Ni Putu Nonik Prianti.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Wilayah NTT Dilanda Gelombang Rossby, Warga Diminta Waspada

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
NTT
Berita Terkait
Polda NTT Punya Rumah Bahagia Sebagai Pusat Pemulihan Mental Bagi Semua Pihak

Polda NTT Punya Rumah Bahagia Sebagai Pusat Pemulihan Mental Bagi Semua Pihak

3.068 Personil Gabungan Amankan Operasi Ketupat Turangga 2026

3.068 Personil Gabungan Amankan Operasi Ketupat Turangga 2026

Pasca Banjir, Anggota Ditpolairud Polda NTT Turun Tangan Bantu Warga Bersihkan Rumah

Pasca Banjir, Anggota Ditpolairud Polda NTT Turun Tangan Bantu Warga Bersihkan Rumah

Puluhan Paus Pilot Mati Dikuburkan

Puluhan Paus Pilot Mati Dikuburkan

Perkuat Layanan Polisi di Sumba Tengah, Kapolda NTT Resmikan Pospol Umbu Ratu Nggay Barat

Perkuat Layanan Polisi di Sumba Tengah, Kapolda NTT Resmikan Pospol Umbu Ratu Nggay Barat

Kapolda NTT Resmikan Pospol Umbu Ratu Nggay Barat Sambil Berbagi Tali Asih

Kapolda NTT Resmikan Pospol Umbu Ratu Nggay Barat Sambil Berbagi Tali Asih

Komentar
Berita Terbaru