Hilang Tiga Hari, Pemuda di Kupang Ditemukan Tewas Mengapung di Tambak Garam
digtara.com – Oni Nitanel Salai (22), warga Desa Oelatimo, kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang ditemukan tewas, Sabtu (16/4/2022). Pemuda Kupang Tewas MengapungĂ‚Â
Baca Juga:
Korban ditemukan tewas oleh beberapa nelayan dengan posisi mengapung di tambak garam Gin, muara Hauputu, Desa Bipolo, kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.
Saat itu dua nelayan masing-masing Ori Lake dan Oko Jutajo, warga RT 01/RW 01, Desa Nunkurus, kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang berencana ingin memukat ikan di muara Hauputu Desa Bipolo Kecamatan Sulamu dengan menggunakan perahu motor / ketinting.
Baca: Kasus Calo Penerimaan Anggota TNI AD, Karumkit: Pelaku Penipuan Bukan Perawat RST Wirasakti Kupang
Pada saat itu di tengah muara Desa Bipolo (lolok Biabuk), kedua nelayan tersebut, menemukan sesosok mayat sementara terapung dengan posisi terlentang.
Saat itu posisi air sedang pasang surut sehingga mayat tersebut hanyut.
Ori Lake pun mengikat tangan kiri mayat menggunakan seutas tali gewang dan mengikat mayat (korban) di pinggir muara tersebut agar tidak hanyut terbawa arus.
Baca: Satu Tersangka Penganiaya Warga Kupang hingga Tewas Menyerahkan Diri
Kemudian Ori Lake naik ke kampung Bipolo dan memberitahukan warga.
Kebetulan Ori bertemu dengan Nikson Oenunu dan Nikson Oenunu menduga kalau korban adalah Oni Salai.
Nikson mengaku kalau Oni Salai sudah tiga hari hilang dari rumah.
Setelah di cek, ternyata benar korban adalah Oni Salai.
Atas informasi tersebut, kepala desa bersama Bhabinkamtibmas Desa Oelatimo, Bripka Frengki Yulius Nomleni dan keluarga korban mendatangi lokasi kejadian.
Setelah di TKP, Bhabinkamtibmas Desa Oelatimo Bripka Frengki Yulius Nomleni bersama 4 orang warga Desa Oelatimo menggunakan perahu motor/ ketinting pergi mengangkut korban dan dibawa ke tepi karena saat itu jarak antara korban ditemukan dengan darat sekitar 300 meter.
Baca: Detik-detik Bocah SD di Kupang Tewas Tenggelam saat Mandi di Sungai: Lompat dari Tebing Langsung Hilang
Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH melalui Kapolsek Kupang Timur, Iptu Viktor H Seputra, SPi MSi yang dikonfirmasi Sabtu (16/4/2022) menyebutkan bahwa sesuai informasi yang diperoleh dari keluarga korban bahwa korban hilang sejak Rabu lalu.
Rabu (13/4/ 2022), sekitar pukul 09:00 wita, korban bersama kedua orang tuanya pergi ke kebun untuk memanen kacang tanah.
“Sekitar pukul 15:00 wita, korban tanpa sepengetahuan orang tua kembali ke rumah,” urai Kapolsek Kupang Timur.
Saat kedua orang tua korban tiba di rumah, korban ternyata tidak berada di rumah.
Saat itu juga keluarga memberitahukan kepada tetangga serta warga untuk melakukan pencarian.
“Usaha pencarian tidak membuahkan hasil selama 3 hari,” tandasnya.
Sabtu (16/4/2022), keluarga dan warga mendapat informasi dari nelayan warga Desa Nunkurus bahwa ditemukan mayat di muara Desa Bipolo.
“keluarga korban dan bhabinkamtibmas mendatangi TKP untuk memastikan dan ternyata mayat tersebut adalah korban yang hilang sejak Rabu lalu,” tambahnya.
Baca: Tiga Pemuda Mabuk Pengeroyok Buce Timo Hingga Tewas Diamankan, Ternyata Mahasiswa di Kupang
Korban diketahui mengalami gangguan jiwa sejak berumur 5 tahun.
Kemungkinan korban sampai ke TKP karena korban tersesat dan menurut keluarga korban hal ini sering terjadi akan tetapi ketika dilakukan pencarian, selalu didapati korban masih hidup.
Tim medis Puskesmas Naibonat Halena Atawolo, AMd.Kep dan Antonius Pahkoib kemudian melakukan visum terhadap jenazah korban.
Tubuh korban sudah bengkak dan kulit mulai terkelupas.Wajah korban hitam bengkak serta perut lorban sudah pecah.
Dari hasil pemeriksaan luar tim medis diperkirakan korban sudah meninggal 3 hari dan pada tubuh korban tidak ada tanda – tanda kekerasan.
Keluarga korban menerima kejadian kematian korban sebagai musibah dan bersedia membuat surat pernyataan menerima kematian korban dan penolakan otopsi.
Ayah korban Lukas Selai mengatakan korban menghilang dari hari Rabu 13 April 2022 ketika pulang dari kebun, korban tidak sampai ke rumah dan keluarga korban melakukan pencarian sampai hari Jumat tapi tidak ditemukan.
Hilang Tiga Hari, Pemuda di Kupang Ditemukan Tewas Mengapung di Tambak Garam
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur