Warga Kupang Ditemukan Tewas di Belakang Rumah
digtara.com – Paulino Soares Dacosta (53), warga RT 12/RW 06, Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang ditemukan tewas di belakang rumahnya, Sabtu (19/2/2022) malam.
Baca Juga:
Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban namun ada sejumlah luka diduga karena tubuh korban terbentur saat jatuh.
Kerabat korban, Eduar Salmabe (80), mengaku sempat melihat korban pada Jumat (18/2/2022).
Saat itu korban sedang duduk di teras rumah kemudian Eduar sempat menegur korban.
Eduar kemudian pamit dan mengatakan bahwa ia hendak pergi menyiram pupuk di sawah.
Pada Sabtu (19/2/202), petang sekitar pukul 17.45 wita, Ano Soares DaCosta (28), warga Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang dan Ingrasia DaCosta (24), warga Desa Tuapukan Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang hendak menjenguk korban di rumah nya di RT 12/RW 06 Desa Tuapukan Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.
Saat tiba di rumah korban, korban tidak ada di rumah sehinggga mereka mencari korban namun tidak menemukan korban di rumah tersebut.

Ano Soares Dacosta kemudian mencoba mencari korban di halaman belakang rumah.
Ia kaget menemukan korban yang terbaring di halaman belakang rumah tersebut dalam keadaan meninggal dunia.
Ano Soares Dacosta kemudian meminta tolong kepada warga sekitar lokasi kejadian tersebut dan dilaporkan ke polisi di Polres Kupang.
Polisi kemudian turun ke lokasi kejadian melakukan olah TKP.
Hasil Pemeriksaan
Hasil olah TKP dan indetifikasi polisi dari Polres Kupang dan petugas Puskesmas Oesao tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban.
Namun terdapat beberapa goresan dibagian kaki dan perut akibat terpeleset dan mengenai kawat kandang ayam.
Keluarga korban pun menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi serta dibuatkan surat pernyataan otopsi oleh pihak keluarga.
Kapolsek Kupang Timur Iptu Victor H Saputra SPi MSi ke lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.
“Korban meninggal dunia akibat sakit jantung dan hipertensi,” tandas Kapolsek Kupang Timur, Sabtu (19/2/2022) malam.
Sesuai keterangan saksi-saksi, korban mengalami riwayat sakit sakit jantung dan hipertensi.
“Tidak menutup kemungkinan saat korban jatuh tidak terlihat oleh orang dan tidak mendapatkan pertolongan,” tambah Kapolsek Kupang Timur.
Polisi juga melakukan ilah TKP bersama tim identifikasi dan pihak puskesmas Oesao. “Kita sudah menerima surat pernyataan penolakan otopsi dari pihak keluarga sehingga jenazah korban langsung diambil pihak keluarga,” ujar kapolsek Kupang Timur.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur