PT Jasa Raharja Santuni Korban Kecelakaan Angkot vs Kereta Api di Medan
digtara.com – PT Jasa Raharja Perwakilan Medan memberikan santunan kepada seluruh korban peristiwa lakalantas angkutan kota (angkot) vs kereta api. Korban Kecelakaan Angkot
Baca Juga:
Pasalnya atas peristiwa lakalantas tersebut 4 orang menjadi korban meninggal dunia.
Penanggungjawab Bidang Pelayanan PT Jasa Raharja Medan, Muhammad Asman Siregar mengatakan, pihaknya akan memberi santunan terhadap para korban yang luka-luka maupun meninggal dunia atas insiden tersebut.
Baca: Kereta Api Tabrak Angkot di Medan, Polisi Pastikan 4 Korban Tewas
“Korban luka-luka akan dirawat di Rumah Sakit Royal Prima dengan maksimal biaya Rp20 juta. Sedangkan untuk korban meninggal dunia, ahli warisnya berhak mendapatkan santunan Rp50 juta,” ungkapnya Sabtu (4/12/2021).
Sementara, Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar, mengatakan, bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat adanya penerobosan palang kereta api yang dilakukan oleh sopir angkot.
Baca: Ada Tembakan saat Polisi Mengamankan Sopir Angkot yang Terlibat Kecelakaan Kereta Api di Medan
“Jadi sopir saat kejadian memaksa masuk walaupun palang pintu kereta api sudah turun. Pada saat di atas rel mesin angkotnya mati. Sehingga sopir panik dan keluar menyelamatkan diri,” ujarnya.
Karena kereta api melaju dengan kecepatan tinggi para penumpang tidak sempat menyelamatkan diri.
“Namun penumpang tidak sempat menyelamatkan diri sehingga penumpang terseret sejauh 300 meter. Korban terlempar di sekitar TKP,” pungkasnya.
PT Jasa Raharja Santuni Korban Kecelakaan Angkot vs Kereta Api di Medan
Aksi Unjuk Rasa BEM UMN Al-Washliyah di Kanwil BRI Medan Diwarnai Keributan dengan Satpam
Kunjungi Toko Merchandise PSMS Medan, Gubernur Bobby Dorong Peningkatan Pemasukan Klub
Direksi PUD Pasar Medan Tinjau Pasar Simalingkar dan Pasar Sentosa Baru, Fokus Penataan dan Kebersihan
Diduga Wizzmie dan Banyak Gedung di Medan Tanpa PBG, Johan Merdeka Minta Wali Kota Copot Kasatpol PP dan Kadis Perkimcitaru
Anak Perempuan Masih SD Diduga Nekat Bunuh Ibu Kandung di Medan, Begini Kronologi dan Motif Awalnya