Penjual Ikan di Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk di Teras
digtara.com – Warga di Kelurahan Oesapa , Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang heboh dengan penemuan mayat penjual ikan, Minggu (3/10/2021). Goris (30), penjual ikan ditemukan meninggal dalam posisi duduk di sebuah kursi sofa di teras rumah warga.
Baca Juga:
Warga Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang itu meninggal di teras rumah milik Agustina Seli Monari di Jalan Pelita Kilometer 10, RT 008/RW 003, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Agustina Seli Monari (53) mengakui kalau sekitar pukul 07.00 wita, sebelum menuju ke tempat jualan kue milik nya, ia melihat korban sementara duduk di kursi sofa yang berada di depan rumah nya dengan posisi tertidur.
Satu jam kemudian atau sekitar pukul 08.00 wita, Agustina kembali ke rumahnya.
Ia melihat korban masih pada posisinya dan sudah terkena panas sinar matahari dalam keadaan terbaring diatas kursi sofa tersebut.
Agustina bermaksud membangunkan korban namun korban tidak menjawab. Agustina mulai curiga dan merasa aneh dengan melihat kondisi korban.
Ia kemudian memberitahukan warga sekitar tempat kejadian perkara dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor Pospol Oesapa timur.
Emiliana Tse (27) mendapat informasi dari teman korban bahwa korban sudah meninggal di Jalan Pelita RT 008 RW 003 Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima.
Selama ini korban tinggal dengan Emiliana yang juga merupakan adik kandungnya. Sementara orang tua mereka tinggal di Kabupaten Timor Tengah selatan (TTS).
Emiliana sendiri tidak mengetahui persis penyakit yang diderita korban selama ini.
Rekan korban Arthur Edwar Mooy (27) mengakui kalau pada Sabtu (2/10/2021) ia mengajak korban ke rumah nya di sekitar lokasi kejadian untuk memijatnya.
Selesai memijat badan Arthur, korban bersama dengan Arthur dan 3 orang lainnya duduk sambil mengkonsumsi miras jenis Moke.
Usai konsumsi miras tersebut, korban selanjutnya membersihkan ikan kemudian membakar ikan.
Sekitar pukul 16.00 wita, korban langsung duduk dikursi sambil bercerita dengan istri Arthur, Natalia Selly.
Selang beberapa menit korban langsung tertidur.
Kemudian sekitar pukul 20.00 wita, Arthur ke tempat pelelangan ikan Oeba untuk mengambil ikan dan menjual ikan.
Baru pada Minggu (3/10/2021) sekitar pukul 09.00 wita, Arthur mendapat kabar dari istrinya bahwa korban ditemukan meninggal dunia di kursi.
Hal yang sama disampaikan Maks Ratu Rihi (34).
Pada Sabtu (2/10/2021) malam sekitar pukul 23.00 wita, sebelum berangkat ke tempat pelelangan ikan Oeba untuk menyusul Arthur Edwar Mooy, ia sempat melihat korban tertidur dikursi.
Sebagai sesama pedagang ikan, ia sempat membangunkan korban.
Maks bermaksud mengantar pulang korban ke tempat korban namun korban hanya bergerak sambil menggerutu. Maks pun memilih meninggalkan korban dan langsung ke tempat pelelangan ikan Oeba.
Selanjutnya pada Minggu pagi, ia mendapat kabar bahwa korban telah meninggal dunia.
Polisi dari Polres Kupang Kota dan Polsek Kelapa Lima ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi melakukan identifikasi terhadap korban serta mencari keterangan dari sejumlah saksi serta mengamankan beberapa barang bukti yang berada di lokasi kejadian.
Satuan gugus tugas penanganan Covid-19 dari Puskesmas Oesapa juga ke tempat kejadian perkara dan langsung melakukan swab antigen terhadap korban dan diperoleh hasil bahwa korban negatif Covid-19.
Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mau melanjutkan kasusnya ke proses hukum lebih lanjut dengan membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan dalam (autopsi).
Sesuai hasil dari keterangan awal para saksi serta barang bukti di tempat kejadian perkara menunjukan bahwa korban sementara duduk di kursi sofa dalam keadaan tidak sadarkan diri.
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Saksi-saksi hanya melihat posisi korban duduk di kursi sofa dengan posisi terbaring dan tidak sadarkan diri,” ujar Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar, saat dikonfirmasi Minggu (3/10/2021).
Kuat dugaan korban meninggal dunia karena mengalami hilangnya fungsi jantung, napas dan kesadaran secara tiba-tiba dan tak terduga sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Pihak kepolisian sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur