Selasa, 27 Januari 2026

Bertahun-tahun Jalan Rusak, Perekonomian Warga Desa di Tapsel Ini Terganggu

Amir Hamzah Harahap - Selasa, 22 Juni 2021 08:37 WIB
Bertahun-tahun Jalan Rusak, Perekonomian Warga Desa di Tapsel Ini Terganggu

digtara.com – Sudah bertahun-tahun warga Desa Ramba Sihasur, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, terpaksa melalui jalan rusak sepanjang sekitar 5 kilometer. Akibatnya, akses warga ke pusat Ibu kota Sipirok terganggu.

Baca Juga:

Desa yang didiami oleh 283 warga dari 67 KK ini rata-rata menyandarkan penghasilan sebagai petani padi dan kopi. Dengan akses jalan yang rusak, mereka terpaksa harus mengeluarkan biaya transportasi lebih mahal karena angkutan umum yang bisa masuk ke daerah tersebut hanya truck roda enam dengan bak terbuka yang dimifikasi serta beroperasi hanya sekali dalam sepekan.

“Jalan ini terakhir dibangun tahun 2012 dengan lebar 2,5 meter. Sekarang konturnya sudah membahayakan pengendara,” ungkap Gomuk Pane, 73.

Sebagai tetua di Desa Ramba Sihasur, Gomuk pane mengaku sangat miris melihat pemerintah terkesan tidak peduli dan membiarkan kondisi tersebut.

“Sedih kita melihat jalan ini. Untuk melaluinya sudah sekali terlebih musim hujan tidak akan ada transportasi yang mau kesini,” katanya.

Gomuk Pane melanjutkan, untuk menyekolahkan anak ke tingkat SMP atau lanjutan, para orangtua harus mampu membeli sepeda motor. Bila tidak, maka si anak harus bersedia tinggal di tempat kost atau menumpang di rumah famili di sekitar sekolah lanjutan yang di tuju karena di desa itu yang ada hanya sekolah dasar.

Kepala Desa Ramba Sihasur, Misnan Ritonga didampingi Kasi Pemerintahan Desa Muhammad Aspan Lumbantobing mengatakan mereka sudah sering membuat usulan perbaikan jalan itu ke pemerintah. Namun hingga kini belum terealisasi.

“Sudah sering kita buat usulan pembangunannya ke Pemkab Tapsel pak,” kata Kades Ramba Sihasur, Misnan Ritonga.

Akibat jalan rusak itu, petani kesulitan mengeluarkan hasil bumi dari desa tersebut. Padahal persawahan di desa itu menghasilkan padi sedikitnya 30 ton pertahun. Ada juga kopi sekitar 900 hingga 1100 kg pertahunnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pemilik Pesantren di Tapanuli Selatan Dilaporkan Polisi atas Dugaan Kekerasan Seksual

Pemilik Pesantren di Tapanuli Selatan Dilaporkan Polisi atas Dugaan Kekerasan Seksual

Hajab! Ada Kepsek di Tapsel Jarang Masuk

Hajab! Ada Kepsek di Tapsel Jarang Masuk

Gagal Bangun Desa! Warga Parsalakan Tapsel Pajang Baliho Rapor Merah Kepada Kadesnya

Gagal Bangun Desa! Warga Parsalakan Tapsel Pajang Baliho Rapor Merah Kepada Kadesnya

Korwil Sayur Matinggi Gelar Olimpiade Sains Nasional dan Calistung

Korwil Sayur Matinggi Gelar Olimpiade Sains Nasional dan Calistung

495 Rumah di Padangsidimpuan Rusak-223 Rumah di Tapsel Terendam Akibat Banjir

495 Rumah di Padangsidimpuan Rusak-223 Rumah di Tapsel Terendam Akibat Banjir

Gus Irawan - Jafar Syahbuddin: Ini Kemenangan Warga Tapsel

Gus Irawan - Jafar Syahbuddin: Ini Kemenangan Warga Tapsel

Komentar
Berita Terbaru