Kamis, 09 April 2026

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dimulai, 10 Ribu Peserta Batch I Siap Masuk Dunia Kerja

Arie - Kamis, 09 April 2026 06:36 WIB
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dimulai, 10 Ribu Peserta Batch I Siap Masuk Dunia Kerja
ist
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dimulai, 10 Ribu Peserta Batch I Siap Masuk Dunia Kerja

digtara.com -Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 resmi dimulai dengan lebih dari 10 ribu peserta mengikuti Batch I. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesiapan tenaga kerja Indonesia.

Baca Juga:

Kick-off pelatihan dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi pada Rabu, 8 April 2026, dan dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Target 70 Ribu Peserta Sepanjang 2026

Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan sebanyak 70.000 peserta mengikuti program pelatihan vokasi sepanjang tahun 2026. Seluruh pembiayaan program ini berasal dari APBN.

Baca Juga:
Untuk Batch I, pelatihan dimulai serentak sejak 1 April 2026 dengan jumlah pendaftar mencapai 29.850 orang melalui platform Skillhub.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.405 peserta dinyatakan lolos, terdiri dari 5.833 peserta melalui jalur seleksi dan 4.572 peserta melalui jalur kerja sama afirmatif dengan mitra industri dan masyarakat.

Peserta tersebar di berbagai lokasi pelatihan, meliputi 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD di seluruh Indonesia.

Akses Pelatihan Lebih Merata dan Inklusif

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi program prioritas pemerintah untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Baca Juga:
Pelaksanaan pelatihan secara serentak bertujuan memberikan akses yang lebih adil dan merata bagi seluruh pencari kerja di Indonesia.

Program ini juga dirancang inklusif dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk ikut serta dalam pelatihan.

"Kami ingin memastikan setiap pencari kerja memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi," ujarnya.

50 Persen Peserta Berpeluang Langsung Bekerja

Salah satu indikator keberhasilan program ini terlihat dari tingginya keterkaitan dengan dunia industri.

Sekitar 50 persen peserta Batch I telah memiliki komitmen penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Baca Juga:
Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan vokasi tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja.

Fasilitas Lengkap untuk Peserta

Peserta pelatihan vokasi mendapatkan berbagai fasilitas pendukung agar dapat mengikuti pelatihan secara optimal, di antaranya:

  • Pelatihan gratis
  • Makan siang selama pelatihan
  • Bantuan transportasi
  • Jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian
  • Sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari BNSP
  • Fasilitas asrama untuk pelatihan tertentu
Dukungan ini diberikan untuk memastikan peserta dapat fokus belajar tanpa terbebani biaya.

Jembatan Kebutuhan Industri dan Tenaga Kerja

Direktur Jenderal Binalavotas Darmawansyah menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja.

Dengan sistem pendaftaran terpusat melalui platform Skillhub, proses seleksi menjadi lebih transparan, inklusif, dan mudah dipantau.

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di masa depan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ingat Pesan Menaker! THR Tak Bisa Dicicil, Wajib Dibayar Penuh

Ingat Pesan Menaker! THR Tak Bisa Dicicil, Wajib Dibayar Penuh

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 Dibuka, Kemnaker Siapkan 20.000 Kuota Gratis

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 Dibuka, Kemnaker Siapkan 20.000 Kuota Gratis

Menaker Yassierli Tegaskan Integritas dan Profesionalisme sebagai Kunci Layanan Publik Berkualitas

Menaker Yassierli Tegaskan Integritas dan Profesionalisme sebagai Kunci Layanan Publik Berkualitas

Komentar
Berita Terbaru