Jumat, 13 Maret 2026

Lemang Batok Nikmat Khas Tebing Tinggi Yang Sudah Ada Sejak 55 Tahun Yang Lalu

Irwansyah Putra Nasution - Minggu, 22 Desember 2019 04:19 WIB
Lemang Batok Nikmat Khas Tebing Tinggi Yang Sudah Ada Sejak 55 Tahun Yang Lalu

digtara.com | MEDAN – Siapa yang tidak mengenal lemang. Kuliner berbahan baku bahan pulut dan santan yang dibungkus daun pisang dan bambu serta dimasak dengan cara dibakar.

Baca Juga:

Namun, lemang kali ini berbeda rasanya dengan lemang lainnya. Ya.. Lemang batok khas tebing tinggi yang sudah ada sejak 55 tahun yang lalu. Kini, pengelolaan lemang tersebut dilakukan oleh keluarga generasi ke dua.

Lemang batok ini tak hanya dikenal di Sumatera Utara, tapi juga hingga ke beberapa negara asia seperti Malaysia, Cina, Korea dan Singapura.

Untuk memasak lemang batok, bahan tambahan yang digunakan yakni ramuan keluarga yang hingga saat ini tersimpan rapi. Tahap awal, pulut putih dimasukkan ke dalam batang bambu yang sudah dilapisi daun pisang, kemudian disusun diatas tungku api lalu santan kelapa yang sudah diperas dimasukkan ke dalam bambu tersebut dan siap untuk dibakar.

“Dalam satu hari biasanya dimasak hanya 300 batang. Namun, saat hari libur bisa memasak 1000 batang,” ungkap Kepala dapur, Renaldi yang juga masih keluarga, Minggu (22/12/2019).

Lemang Batok Nikmat Khas Tebing Tinggi Yang Sudah Ada Sejak 55 Tahun Yang Lalu
Proses pemasakan lemang batok khas Kota Tebing Tinggi (net)

Agar rasanya nikmat dan tidak pahit, Rinaldi menjelaskan lemang yang dibakar harus diperhatikan dengan rajin membaliknya dan diantisipasi agar tidak gosong. Selain itu, santan yang terlihat kurang ya ditambahkan kembali.

Lemang batok dijual dengan harga bervariasi, untuk ukuran kecil dijual dengan harga 12 ribu per batang, sedang 20 ribu dan besar 50 ribu rupiah.

Satu-satunya lokasi penjualan lemang batok yakni di jalan KH Ahmad Dahlan tepatnya di depan masjid Raya, Kota Tebing Tinggi.

Anda berminat … ?

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Irwansyah Putra Nasution
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sempat Viral Kasus Penolakan Berobat, Nek Suliyem Warga Tebing Tinggi Meninggal Dunia

Sempat Viral Kasus Penolakan Berobat, Nek Suliyem Warga Tebing Tinggi Meninggal Dunia

Cegah Banjir, Lurah Sri Padang Bersama Warga Gelar Gotong Royong di Lingkungan 5 Tebing Tinggi

Cegah Banjir, Lurah Sri Padang Bersama Warga Gelar Gotong Royong di Lingkungan 5 Tebing Tinggi

Kereta Api Tabrak Minibus di Tebing Tinggi, 8 Orang Tewas dan 1 Kritis

Kereta Api Tabrak Minibus di Tebing Tinggi, 8 Orang Tewas dan 1 Kritis

Pelayanan Dinilai Buruk, Ketua Fraksi Golkar DPRD Tebing Tinggi Desak Wali Kota Copot Direktur RS Kumpulan Pane

Pelayanan Dinilai Buruk, Ketua Fraksi Golkar DPRD Tebing Tinggi Desak Wali Kota Copot Direktur RS Kumpulan Pane

Lansia Miskin Diduga Ditolak RS Kumpulan Pane Tebing Tinggi, Keluarga Mengaku Pasien Sudah Kritis

Lansia Miskin Diduga Ditolak RS Kumpulan Pane Tebing Tinggi, Keluarga Mengaku Pasien Sudah Kritis

Wanita Lansia “Ratu Narkoba” Asal Sibolga Ditangkap di Tebing Tinggi, Sabu 1 Kg Disita

Wanita Lansia “Ratu Narkoba” Asal Sibolga Ditangkap di Tebing Tinggi, Sabu 1 Kg Disita

Komentar
Berita Terbaru