Lemang Batok Nikmat Khas Tebing Tinggi Yang Sudah Ada Sejak 55 Tahun Yang Lalu

digtara.com | MEDAN – Siapa yang tidak mengenal lemang. Kuliner berbahan baku bahan pulut dan santan yang dibungkus daun pisang dan bambu serta dimasak dengan cara dibakar.
Baca Juga:
Namun, lemang kali ini berbeda rasanya dengan lemang lainnya. Ya.. Lemang batok khas tebing tinggi yang sudah ada sejak 55 tahun yang lalu. Kini, pengelolaan lemang tersebut dilakukan oleh keluarga generasi ke dua.
Lemang batok ini tak hanya dikenal di Sumatera Utara, tapi juga hingga ke beberapa negara asia seperti Malaysia, Cina, Korea dan Singapura.
Untuk memasak lemang batok, bahan tambahan yang digunakan yakni ramuan keluarga yang hingga saat ini tersimpan rapi. Tahap awal, pulut putih dimasukkan ke dalam batang bambu yang sudah dilapisi daun pisang, kemudian disusun diatas tungku api lalu santan kelapa yang sudah diperas dimasukkan ke dalam bambu tersebut dan siap untuk dibakar.
“Dalam satu hari biasanya dimasak hanya 300 batang. Namun, saat hari libur bisa memasak 1000 batang,” ungkap Kepala dapur, Renaldi yang juga masih keluarga, Minggu (22/12/2019).

Agar rasanya nikmat dan tidak pahit, Rinaldi menjelaskan lemang yang dibakar harus diperhatikan dengan rajin membaliknya dan diantisipasi agar tidak gosong. Selain itu, santan yang terlihat kurang ya ditambahkan kembali.
Lemang batok dijual dengan harga bervariasi, untuk ukuran kecil dijual dengan harga 12 ribu per batang, sedang 20 ribu dan besar 50 ribu rupiah.
Satu-satunya lokasi penjualan lemang batok yakni di jalan KH Ahmad Dahlan tepatnya di depan masjid Raya, Kota Tebing Tinggi.
Anda berminat … ?
[AS]

Rumah Permanen di Tebing Tinggi Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Peduli Disabilitas, Polres Tebing Tinggi Beri Kaki Palsu dan SIM Gratis Jelang HUT Bhayangkara ke-79

Bocah 10 Tahun Nyaris Tewas Tersambar Kereta Api Saat Asik Memancing di Tebing Tinggi

Stres Akibat Penyakit Berkepanjangan, Pria Paruh Baya Tewas Tanpa Busana di Kamar Kos Tebing Tinggi

Gudang Penyimpanan Kayu Terbakar, Api Belum Berhasil Dipadamkan
