Tertipu Arisan Online, Puluhan Emak-Emak Geruduk Rumah Pelaku

arisan online
Seorang ibu korban arisan online menunjukkan foto Fitri Arlina Yuni (35) selaku owner arisan online ((ist/digtara))

digtara.com– Tertipu arisan online, puluhan emak – emak secara spontan menggeruduk rumah milik Fitri Arlina Yuni (35) selaku owner arisan tersebut, di Jalan Benteng, Desa Klumpang Kampung, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, Minggu (17/1) siang.

Para korban penipuan berasal dari warga sekitar dan warga Medan ini secara emosi langsung menggedor rumah berpagar tertutup. Emak – emak tersebut meminta pemilik rumah untuk tidak kabur dan bertanggung jawab atas penipuan yang telah dilakukan.

“Woi, keluar kau dari sarangmu. Kemanapun kau pergi kami cari, kau pulangkan uang kami,” teriak para wanita sambil menggedor pagar rumah owner arisan online yang tertutup rapat.

Berulang kali digedor, ternyata pemilik rumah tidak berada di dalam. Sehingga, para emak – emak hanya bisa melampiaskan emosi berteriak di depan rumah tersebut.

Petugas Polsek Hamparanperak yang dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Hendri Simanjuntak turun ke lokasi menenangkan para korban arisan online, emak-emak tersebut disarankan untuk membuat laporan dan tidak melakukan main hakim sendiri.

Salah satu korban, Isnani mengaku, ada ratusan orang yang menjadi korban penipuan arisan online yang dijanjikan pelaku. Sehingga pelaku telah membawa kabur uang sekitar ratusan juta milik mereka.

“Saya ini sudah setahun ikut, jadi saya ada main arisan dan jula – jula. Saya nomor terakhir, jadi belum narik. Uang saya ada Rp42 juta belum kembali,” ungkap wanita berusia 33 tahun ini.

Dijelaskannya, arisan online itu berjalan melalui perkenalan dari teman ke teman, uang yang akan diputar melalui arisan ditransfer kepada pelaku. Hasil perputaran yang akan diberikan keuntungan kepada member perbulan dan perminggu.

“Saya pernah ada mendapat hasil dari arisan, setelah saya masukkan modal lagi, ternyata dia kabur. Kami mau dia (pelaku) bertanggung jawab,” sebut Isnani dihadapan teman – temannya.

Kanit Reskrim Polsek Hamparanperak, Iptu Hendri Simanjuntak mengaku, para korban ada datang untuk membuat laporan, karena transaksi arisan online tidak seluruhnya berlangsung di wilayah Polsek Hamparanperak, maka para korban disarankan melapor ke Polda Sumut.

“Mereka sudah kita arahkan melapor ke polda,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan