Langkah Tepat dan Profesional Titipkan Tersangka Anak di Bawah Umur di Balai Rehabilitasi

Polwan PPA Dit Reskrimum Polda NTT serta PPA Polres TTS saat berdialog dan melakukan pendampingan dengan MSK, tersangka pembunuhan sepupunya. (imanuellodja/digtara)

digtara.com – Penyidik Satuan Reskrim Polres Timor Tengah Selatan (TTS) menitipkan MSK (15), anak di bawah umur yang membunuh sepupu nya di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Kupang.

Langkah ini dinilai tepat dan profesional karena polisi tidak menahan tersangka. Selain karena tersangka masih di bawah umur juga karena tindakan tersangka dilakukan karena korban hendak memperkosanya.

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Naibonat Kupang, Supriyono AKS MP saat dikonfirmasi, Jumat (19/2/2021) mengapresiasi tindakan kepolisian ini.

Muat Lebih

“Langkah yang diambil polisi sangat profesional dan tepat, karena tersangka masih dibawah umur dan langkah Polri bekerja sama dengan balai untuk menangani masalah ini bersama-sama patut diapresiasi,” ujar Supriyono AKS MP.

Ia mengakui kalau selama 1 minggu berada di balai, tersangka merasa nyaman dan merasa terlindungi.

“Ia (tersangka) merasa nyaman, merasa terlindungi dan tidak merasa cemas seperti di penjara”, ungkapnya.

Berita Terkait: 

Polisi Terapkan Presisi Terkait Perkara Gadis 15 Tahun Bunuh Sepupu di NTT

Miris! Gadis 15 Tahun di NTT Bunuh Sepupu yang Hendak Memperkosanya

Diperkosa dan Akan Dijadikan Istri Kedua, Gadis 15 Tahun di NTT Bunuh Sepupu

 

Selama tersangka berada di balai, tersangka mendapatkan layanan dukungan hidup layak, pengasuhan, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial dan terapi mental spiritual.

Supriyono juga menyampaikan bahwa, Balai Rehabilitasi Sosial Anak akan selalu mendukung Polri untuk segera menyelesaikan kasus ini.

“Kami mendukung untuk segi sosial sementara ranah hukum, Polri yang akan mengatasinya,” tandasnya.

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Naibonat Kupang, Supriyono. (imanuellodja/digtara)

Tersangka dititipkan di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Naibonat di Kupang sejak akhir pekan lalu.

Tersangka pun mendapatkan pendampingan dari Polwan PPA Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda NTT dan Polwan Unit PPA Satuan Reskrim Polres TTS.

Tindak Pidana yang melibatkan anak di bawah umur khususnya sebagai yang diduga tersangka, dalam proses penyidikannnya, penyidik Polri menerapkan pasal 64 huruf g undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 8 ayat (2) undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

Dalam undang-undang ini, setiap anak dalam proses peradilan pidana berhak diberlakukan secara manusiawi dengan memperhatikan kebutuhan sesuai dengan umurnya dipisahkan dari orang dewasa, memperoleh bantuan hukum dan bantuan lain secara efektif, melakukan kegiatan rekreasional, bebas dari penyiksaan serta tidak dilakukannya perlakuan lain yang tidak manusiawi.

Ditangani Secara Humanis, Putusannya di Pengadilan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan