Jumat, 27 Maret 2026

Aksi Pencuri dengan Kekerasan Kembali Merajalela

Imanuel Lodja - Senin, 04 November 2019 09:32 WIB
Aksi Pencuri dengan Kekerasan Kembali Merajalela

digtara.com | KUPANG – Aksi pencurian dengan cara kekerasan kembali menimpa warga masyarakat di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:

Kasus ini menimpa Maria Tabun Unu (44), ibu rumah tangga yang tinggal di RT 39/RW 13 Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

Ia mengadukan kasus pencurian dengan kekerasan yang dialami pada Minggu (3/11/2019) pagi sekitar pukul 05.30 wita di depan toko Piala Jaya Jalan Timor Raya Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

Korban saat itu seorang diri sedang ke gereja Bethel Oesapa sekitar pukul 05.30 wita sambil berjalan kaki untuk mengikuti ibadah pada pukul 06.00 wita.

Ketika menuju gereja, datang seorang pria tak dikenal menghampiri korban dengan sepeda motor dan menawarkan jasa ojek kepada korban. Namun korban menolak tawaran tersebut karena memilih tetap berjalan kaki.

Pelaku yang menutupi wajahnya dengan helm mulai beraksi. melihat suasana di lokasi kejadian sedang sepi, pelaku langsung menarik paksa kalung emas seberat 3,5 gram di leher korban.

Dalam sekali tarikan, kalung dari leher korban berhasil dirampas pelaku, sementara korban terluka pada leher.

Korban berteriak minta tolong namun suasana masih sepi. Pekaku pun langsung kabur dengan sepeda motor nya meninggalkan korban.

Korban tidak sempat mencatat jenis dan nomor polisi sepeda motor yang dipakai pelaku saat itu.

Korban kemudian ke Mapolsek Kelapa Lima mengadukan kasus ini. Ka SPKT II Polsek Kelapa Lima, Aiptu Suhermanto dan anggota Polsek Kelapa Lima sempat ke lokasi kejadian melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan, SH SIK yang dikonfirmasi di kantor nya, Senin (4/11/2019) mengaku kalau polisi masih terus berupaya mengungkap kasus ini.

“Kita ada minta rekaman CCTV di toko dan ruko disekitar lokasi kejadian sambil kita mencari informasi lebih lanjut,” tandas mantan Kasat Reskrim Polres Sikka ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru