Dianiaya Rekan Suaminya, IRT di Kupang Balas Menikam dengan Pisau
digtara.com - Seorang ibu rumah tangga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dianiaya seorang pria yang juga rekan suaminya.
Baca Juga:
Tidak terima dengan penganiayaan ini, ibu rumah tangga tersebut balas menikam dengan pisau.
Kasus penganiayaan ini dialami Hepi Harini Dilienmata (31), RT 012/RW 003, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.
Ia dianiaya di halaman kost Cinta Kasih di Jalan Kian Kelaki, Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang pada Minggu (9/3/2025) pagi.
Korban mengaku dianiaya omeh NR alias Noldi (34), warga Kelurahan Bakunase II, kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.
Diperoleh informasi kalau pada Sabtu (8/3/2025) malam, suami korban, Heru Nguru pamit hendak ke acara ulang tahun rekannya Hery Uly tidak jauh dari tempat kost mereka.
Korban mengijinkan namun berpesan agar segera pulang setelah acara pesta.
Hingga Minggu subuh sekitar pukul 04.00 wita, Heru Nguru belum juga pulang sehingga korban pun menelepon suaminya agar segera pulang.
Suami korban pun berjanji segera pulang. Namun hingga satu jam kemudian Heru belum juga pulang sehingga korban kembali menelepom suaminya dan mengancam akan menyusul ke lokasi pesta.
Tanpa diduga, pelaku merampas handphone dari Heru dan memaki korban.
Korban tidak terima dimaki karena korban hanya meminta suaminya pulang dan bukan berurusan dengan pelaku.
Pelaku tidak terima karena korban terus menghubungi suaminya yang sementara pesta minuman keras bersama pelaku.
Pelaku malah menantang mendatangi korban di tempat kost. Korban pun menunggu pelaku dan suami korban di pintu gerbang tempat kost.
Begitu tiba di depan kost, terlapor yang dalam kondisi mabuk minuman keras nyaris menabrak korban dengan sepeda motor. Beruntung korban menghindar.
Korban dan pelaku pun bertengkar. Pelaku marah karena korban marah-marah dengan Heru, suami korban yang juga rekan pelaku.
Korban mengaku tidak terima pelaku memakinya karena ia hanya menelepon suaminya untuk pulang dan bukan berurusan dengan pelaku.
Pelaku pun langsung memukul punggung belakang korban dan memukul wajah korban yang mengakibatkan korban mengalami luka pada bibir dalam atas sebelah kiri.
Tidak terima dianiaya, korban pun mengambil pisau dan menikam perut pelaku sehinhga pelaku mengalami luka robek pada perut.
Pesta Wisuda Ricuh, Satu Warga Terluka Kena Lemparan Dan Puluhan Warga Terjebak Hingga Dievakuasi Polisi
Jamin Paskah 2026 Aman, Polres Kupang Fokus Pengamanan Pada 167 Gereja di Kabupaten Kupang
Warga Kupang Dipolisikan Gara-gara Sebarkan Konten Kesusilaan
Dilimpahkan Polda NTT, Tujuh Tersangka Pembunuhan Sebastian Bokol Ditahan di Rutan Kupang
Ketua LP2TRI NTT Diamankan Polres Kupang Terkait Kasus Penghasutan