Terkait Korona Wuhan, PB-IDI Minta Masyarakat Tenang Namun Tetap Waspada
digtara.com | JAKARTA – Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta masyarakat tetap tenang dan tidak termakan informasi palsu. Khususnya terkait penyebaran virus korona (nCoV) jenis baru, seperti yang kini mewabah di Wuhan, China.
Baca Juga:
Ketua Umum PB-IDI, Dr Daeng M Faqih menjelaskan, saat ini dunia sedang dihebohkan dengan penemuan penyakit Pneumonia yang disebabkan oleh virus korona jenis baru.
Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jarinyam paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru.
“Pneumonia dapat menyerang siapa saja. Baik anak-anak, remaja, dewasa muda hingga Ianjut usia. Namun Iebih banyak pada balita dan lanjut usia. Angka kejadian Pneumonia lebih sering terjadi di negara berkembang,”tulis Ketua Umum PB-IDI, Dr Daeng M Faqih dalam pernyataan resmi PB-IDI yang diterima digtara.com, Sabtu (25/1/2020).
Pneumonia jelas Daeng dibagi menjadi tiga. Yaitu Community Acquired Pneumonia (CAP) atau Pneumonia Komunitas, Hospital Acquired Pneumonia (HAP) dan Ventilator Associated Pneumonia (VAP).
“Ketiganya dibedakan berdasarkan darimana sumber infeksi dari Pneumonia. Pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu Pneumonia Komunitas,”paparnya.
Saat ini, sambung Daeng, sedang terjadi kasus kasus Pneumonia Berat yang bermula dari adanya laporan 27 kasus di kota Wuhan, Tiongkok. Penyebabnya adalah corona virus jenis baru yang dikenal sebagan Novel Coronavnrus (2019-nCOV).
Kasus-kasus ini kemudian meningkat cepat. Hingga tanggal 23 Januari 2020 dilaporkan telah mencapal 830 Iebih kasus di seluruh dunia dengan 25 orang meninggal dunia.
Selain di Wuhan, beberapa Negara melaporkan kasus-kasus suspek serupa. Diantaranya Thailand, Hong Kong, Macau, Jepang, Vietnam dan Singapura. Lalu Korea Selatan dan Amerika Serikat
Namun, organisasi kesehatan dunia (WHO) belum merekomendasikan secara spesifik untuk traveler atau restriksi perdagangan dengan China. Saat ini WHO masih terus melakukan pengamatan.
GEJALA
Gejala yang muncul pada pneumonia ini mirip dengan Pneumonia pada umumya. Diantaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak atau kesulitan bernapas. Perlu diwaspadai pada orang dengan usia lanjut dan balita.
“Pada orang dengan Ianjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain, memiliki risiko Iebih tinggi untuk memperberat kondisi,”sebutnya.
Daeng lebih lanjut menjelaskan, nasa inkubasi pada penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun rata-rata gejala timbull setelah 2-14 hari. Metode transmisi belum diketahui dengan pasti pula. Awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan. Namun ternyata telah ditemukan penularan dan manusia ke manusia.
VAKSIN
“Terkait pencegahan, belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh virus korona jenis baru,”tukasnya.
Atas kondisi itu, PB IDI tegas Daeng, mengimbau kepada masyarakat tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas.
“Masyarakat diminta untuk segera mencari pertolongan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat,”tukasnya.
POLA HIDUP SEHAT
PB IDI juga mengajak masyarakat untuk tetap menjalani pola hidup sehat. Yakni dengan menjaga kebersihan tangan, utamanya sebelum memegang mulut, hidung dan mata atau setelah memegang instalasi umum.
“Caranya dengan mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Lalu keringkan tangan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan sanitizer alkohol 70-80%,”tukasnya.
“Hindari mengusap mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan. Menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk. Gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika meiliki gejala saluran napas,”tambahnya.
“Beristirahat yang cukup, memakan makanan bergizi, serta menghindari kontak fisik dengan hewan liar atau unggas,”tandasnya.
[AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur