Kamis, 12 Maret 2026

Bandara di Lhokseumawe dan Silangit Ditutup Sementara

- Jumat, 20 September 2019 02:34 WIB
Bandara di Lhokseumawe dan Silangit Ditutup Sementara

Digtara.com | MEDAN – Pasca Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah di Indonesia mengakibatkan sejumlah bandar udara di Sumatera Utara dikabarkan ditutup sementara.

Baca Juga:

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan mengatakan, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan sangat mempengaruhi jarak pandang. Sehingga menyulitkan pesawat saat mendarat, Ada beberapa bandara yang close atau tutup. Salah satunya mungkin yang ada di Lhokseumawe dan juga ada di Silangit, Tapanuli Utara.

Dia menjelaskan bahwa kondisi lainnya yang juga menyulitkan adalah jarak runway yang pendek. Pada bandara-bandara kecil, panjang runway (landasan pacu) biasanya hanya 2 Km.

“Jadi agak sulit untuk mendaratkan pesawat. Kalau di bandara besar biasanya dia sudah ada alat yang bisa membantu memandu pesawat itu bisa mendarat meskipun jarak pandangnya tidak terlalu memungkinkan,” jelasnya.

Dia menambahkan, kabut asap tidak terlalu signifikan di Sumatera Utara. Karena kelembaban air masih berada pada angka 90 persen. Dan sejauh ini sudah dikoordinasikan dengan bandara, seperti dari Angkasa Pura, Dirjen Perhubungan Udara dan Airnav.

Jadi sudah merupakan kesepakatan kalau memang ada bandara yang memang masih tertutup oleh kabut asap. “Karena kabut asap ini memang sangat luar biasa ya. Jadi intinya kita berharap agar hal ini bisa segera ditanggulangi,” ucapnya.

Sebelumnya, pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1296 tujuan Bandara Silangit dari Kualanamu, Deli Serdang gagal mendarat karena kabut asap, sehingga itu kembali ke Kualanamu.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru