Aksi Heroik Siswa SD Saat Tali Pengait Bendera Putus
Digtara.com | AMBON – Detik-detik pengibaran bendera merah putih 17 Agustus di Ambon, Maluku pada Sabtu (17/08/19) pagi diwarnai insiden putusnya tali pengait bendera.
Baca Juga:
Tali pengait bendera ini tiba tiba saja putus, saat hendak dikibarkan petugas. Kondisi ini pun mengakibatkan pelaksanaan upacara 17 Agustus di negeri Laha Kecamatan Teluk Ambon ini menjadi tertunda.
Upaya peserta upacara untuk mengambil ujung tali yang tersangkut di ketinggian 17 meter, menjadi endala utama. Selain tinggi, kondisi tiang yang kecil sangat sulit menahan beban peserta upacara untuk memanjat hingga satu jam upaya petugas, belum berhasil mengambil ujung tali di ujung tiang.
Namun kepanikan di lokasi upacara tiba tiba berakhir, setelah salah satu siswa bernama sandi lawerang berhasil memanjat tiang setinggi 17 meter.
Dengan penuh heroik, Siswa SD Inpres 85 ambon ini berhasil mengambil ujung tali yang tersangkut. Aksi siswa ini pun mendapat apresiasi dari warga karena dianggap pahlawan merah putih saat upacara tujuh belas Agustus tahun ini.
Sandi Lawerang sendiri mengaku secara spontan memanjat tiang untuk menyelamatkan merah putih. Ia mengaku nekat memanjat tiang tanpa alat bantu apapun, demi berkibarnya merah putih.
“Saya hanya ingin menyelamatkan merah putih untuk tetap berkibar di 17 Agustus ini,“ katanya singkat.
Di para mata guru, Sandi Lawerang memang dikenal sebagai siswa yang ringan tangan dan suka membantu sesama siswa di sekolahnya. Langkah penyelamatan bendera merah putih ini juga diakui sebagi sikapnya yang peduli dengan kondisi lingkungan.
“Anak ini sehari-harinya biasa saja sih, tapi dia luar biasa dalam hal bergaul, suka menolong jika ada temannya yang butuh bantuannya pasti dia membantu. Makanya saat bendera tadi tersangkut dia spontan memanjat,†ungkap Juwita Utami, Guru Sandi Lawerang.
Seusai tali bendera yang putus diturunkan dari ujung tiang/sang saka merah putih kembali dikibarkan dengan kondisi terlipat bagian ujung bendera. Usai upacara sandi lawerang pun tuai banyak pujian.
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan