Ribuan Umat Muslim Tunaikan Salat Iduladha 1440 Hijriah di Masjid Raya Ambonn
digtara.com | AMBON – Ribuan umat muslim di Kota Ambon menunaikan salat Iduladha 1440 Hijriah di Masjid Raya Al-Fatah, Ambon, Minggu (11/8/2019) pagi.
Baca Juga:
Tidak hanya di area masjid, jamaah salat Iduladha juga tumpah ruah hingga ke jalan raya di sekitar area masjid hingga emperan pertokoan di depan masjid.
Salat dipimpin oleh Ustaz. Mohammad Hatta Ingratubun. Sejumlah pejabat penting seperti Gubernur Maluku, Murad Ismail, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufik dan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Triyono Haryono juga melaksanakan shalat Ied di Masjid Raya Al-Fatah Ambon.
Khatib, Ustaz Muhammad Shadiq yang juga Ketua Pusat Pengembangan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku itu dalam khutbahnya menyampaikan, bagi orang Indonesia, lduIadha tahun ini terasa istimewa karena berdekatan dengan peringatan hari kemerdekaan. Oleh sebab itu, kebahagiaan dan kesyukura menjadi berlipat-lipat. “Bukan cuma kita yang di tanah air, saudara-saudara kita yang saat ini sedang berhaji di Baitullah, InsyaAllah merasakan gelora jiwa yang sama,”sebutnya.
Bagi umat Islam, kata pria yang juga Ketua Komisi Kerjasama Luar Negeri MUI Maluku itu, takbir bukan sekedar ucapan tetapi ia adalah komitmen hidup yang Allah ajarkan kepada Nabi Ibrahim as yang kemudian diabadikan oleh Rasul SAW dalam lbadah shalat kaum muslimin sebagaimana tersurat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 161-162.
Pada khutbahnya itu, khatib juga menyinggung persoalan dimana dalam hidup kadang-kadang manusia begitu bersemangat mengejar al hamda (nama-baik), an ni’mata (materi) dan al mulka (kedudukan) sehingga sampai berani melanggar hukum, saling menyakiti dan  saling mengkhianati.
Maka dari itu, dirinya mengajak kaum muslimin agar mulai berkomitmen bahwa nikmat dunua dan kedudukan yang Allah titipkan di tangan kita manusia akan kita persembahkan untuk kemuliaan Allah dan Rasul-Nya.
Iduladha kata sang khatib yang juga sehari-harinya menjabat sebagai Ketua Forum Silaturahmi Lembaga Pendidikan dan Dakwah Maluku itu,  tidak bisa dipisahkan dari lbadah haji dan kurban. Haji dan kurban terkait erat dengan Ibrahim, Hajar dan Ismail, tiga manusia agung yang Allah perintahkan untuk diteladani.
Idul Adha lanjutnya adalah waktu terbaik untuk melalukan refleksi sekaligus proyeksi yaitu belajar dari masa lalu sambil terus membenahi masa depan.
Maka dari itu disebutnta momen Iduladha mengajarkan kita tentang kecintaan kepada agama, kedua kesungguhan mendidik keluarga serta kepedulian terhadap sesama.
“Hari ini kita bersedekah daging, kurban, esok lusa boleh jadi kita berkorban dalam bentuk materi, pikiran atau tenaga bagi basudara yang memerlukan,”tuturnya.
Masih kata khatib, menyembelih qurban itu berat, tapi lebih berat lagi menyembelih ego dalam diri. “Iduladha adalah momen tranformasi kita dari mahluk induvidual menjadi mahluk sosial sebagaimana sabda nabi “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling besar manfaatnya bagi manusia lain, hadist riwayat Muttafaq Alaih,”tandasnya.
[AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur