Astaga ! Petugas Rutan Cipinang Nekat Bawa Sabu di Dalam Kotak Susu
Digtara.com | JAKARTA – SA seorang oknum petugas Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur nekat menyelundupkan narkotika ‎jenis sabu seberat 25 gram yang dikemas dalam kotak susu. Namun, upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan oleh Petugas Pintu Utama (P2U) Rutan Cipinang.
Baca Juga:
Menanggapi hal tersebut, Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Cipinang, Oga G Darmawan menjelaskan, peristiwa penyelundupan tersebut bermula saat SA yang merupakan petugas bagian dapur masuk ke dalam Rutan melalui pintu utama sekira pukul 21.00 WIB.
SA membawa satu kantong plastik yang berisikan dua kotak susu berwarna kuning. Saat dilakukan pemeriksaan badan dan pemindaian barang bawaan melalui X-Ray, petugas menemukan benda mencurigakan di dalam plastik yang dibawa tersebut.
Lalu, petugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap barang bawaan SA. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan satu bungkus plastik kecil berisi serbuk yang diduga narkoba jenis sabu.
“Dari pemeriksaan tersebut, petugas kami langsung mengamankan barang bukti berupa handphone, bungkusan kecil berisi serbuk putih dan kotak susu. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Polres Jakarta Timur untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Oga melalui keterangan resmi.
‎Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DKI Jakarta, Bambang Sumardiono mengapresiasi upaya petugas pintu utama yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu ke dalam Rutan Cipinang tersebut.
“Kami mengapresiasi kinerja petugas di Rutan Kelas I Cipinang yang berani untuk menggagalkan penyelundupan barang terlarang tersebut yang dilakukan oleh sesama petugas. Hal ini memang menjadi tamparan keras karena masih ada oknum petugas yang berani melanggar peraturan di tengah usaha kami untuk Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan. Meskipun di sisi lain, kami percaya banyak sekali petugas kami yang berintegritas,” kata Bambang.
Dia mengungkapkan bahwa Kemenkumham mendukung penuh proses hukum terhadap SA. Kemenkumham akan langsung memberhentikan SA secara tidak hormat jika pengadilan sudah memvonis bersalah.
“Kami sangat mendukung dan menghormati proses hukum yang berlangsung. Hukuman disiplin berupa pemberhentian akan dilakukan jika oknum tersebut terbukti bersalah oleh pengadilan. Biarkan kejadian ini menjadi contoh bagi petugas Pemasyarakatan di seluruh Indonesia dan menjadi bukti komitmen kami bahwa kami tidak main-main dengan narkoba,” tambahnya.
DPO Polres Sabu Raijua Yang Ditangkap di Sumba Timur Berulang Kali Cabuli Keponakan Hingga Hamil
Sempat Kabur ke Hutan, DPO Polres Sabu Raijua Diamankan Anggota Polres Sumba Timur
Masalah Anak, Pria di Sabu Raijua Dianiaya Besan Hingga Sekarat
Warga Sabu Raijua Tenggelam dan Meninggal Saat Memancing
Kapolsek Sabu Barat dan Jajaran Bantu Duda Penyandang Tuna Netra