Jumat, 13 Maret 2026

Anggota Polda NTT Tertolong dengan Program IMT

Imanuel Lodja - Minggu, 21 Juli 2019 09:56 WIB
Anggota Polda NTT Tertolong dengan Program IMT

Digtara.com | KUPANG – Sejak sepekan lalu, kepolisian daerah NTT menggelar program pengendalian Indeks Masa Tubuh (IMT) tahun 2019.

Baca Juga:

Kegiatan dipusatkan di SPN Polda NTT sejak 11 Juli hingga 25 Juli 2019. Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda NTT mempercayakan kegiatan ini kepada SPN Polda NTT.

50 anggota Polda NTT peserta program IMT 2019 ini mulai menyadari pentingnya memiliki berat tubuh yang ideal. Selain untuk kegesitan dan tuntutan pekerjaan juga yang lebih penting untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.

Sejumlah anggota Polda NTT peserta IMT 2019 ini merasa terbantu dan tertolong dengan program yang baru pertama kali digelar.

Aipda Sony Bunga, anggota Subbid Paminal Bid Propam Polda NTT yang ditemui usai kegiatan long march, Sabtu (20/7) mengakui kalau ia sangat terbantu dengan program tersebut.

Dari 50 peserta, Aipda Sony Bunga memiliki bobot tubuh tertinggi. Dengan tinggi 170 centimeter, ia memiliki bobot tubuh 127 kilogram.

“Awalnya sangat berat mengikuti kegiatan ini. Kita sudah terbiasa makan banyak dan ngemil. Tapi saat diasramakan malah makanan dibatasi dengan takaran yang sangat sedikit. Selain itu kegiatan fisik berupa olahraga, aerobik dan bela diri menjadi rutinitas kita,” tandasnya.

Namun ia tekun mengikuti saran dan masukan para pengasuh. Saat ini berat badan nya bisa berkurang tiga kilogram dan ia bertekad akan berkurang lebih dari lima kilogram pasca kegiatan IMT.

“Dulu saya susah mengikat tali sepatu. Sekarang sudah terbantu dan memang ini penting untuk kesehatan,” tambahnya.

Hal yang sama disampaikan Brigpol Tantry Ga Willa, A.Md anggota Subbid Renmin Bid Humas Polda NTT.

Polwan angkatan 2008 ini mengaku kalau awalnya ia memiliki berat badan 91 kilogram namun dalam sepekan ini berat badan turun menjadi 88 kilogram.

“Memang susah kalau tidak ada niat. Kita harus tahan terhadap godaan,” ujarnya.

Setiap hari sejak bangun pagi mereka harus berolahraga dan mendapatkan menu sarapan yang kalori nya sudah ditakar oleh ahli gizi.

Selain itu, berbagai kegiatan diikuti peserta seperti penjelasan dari berbagai pihak berkompeten serta menonton film dokumenter.

Setiap hari mereka pun harus menjalani aerobik dan lari baik pagi, siang dan malam di lingkungan SPN Polda NTT.[win]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru