Berkas P21, Penyidik Unit TPPO Polda NTT Limpahkan Dua Tersangka Kasus TPPO ke Kejaksaan Negeri Soe-NTT
Sementara tersangka Igsan Imanuel Manao melakukan perekrutan terhadap Erson Manao dan Yeremias Baok untuk bekerja di Malaysia pada perkebunan kelapa sawit.
Baca Juga:
Yusuf Manao yang juga kakak kandung tersangka Igsan yang meminta tersangka Igsan untuk mencari tenaga kerja yang akan dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit Malaysia.
Tersangka Igsan pun mendatangi rumah korban Erson Manao dan Yeremias Baok dan menjelaskan pada kedua korban bahwa gaji bekerja di perkebunan kelapa sawit di Malaysia Rp 3.000.000 per bulan.
Pada 5 Oktober 2024, mas Hardi yang berada di Kalimantan Barat membeli tiket Lion air dari Kupang tujuan Pontianak untuk tersangka, Igsan dan Erson Manao serta Yeremisa Baok.
Setelah membeli tiket, mas Hardi mengirimkan tiket tersebut kepada Yusuf Manao. Yusuf selanjutnya pada 8 Oktober 2024 sekitar pukul 04.00 wita menjemput Erson Manao dan Yeremias Baok untuk datang ke Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS untuk menunggu mobil travel tujuan Kupang dan langsung ke bandara El Tari Penfui-Kupang.
Pada saat berada di bandara El Tari Kupang, Erson Manao dan Yeremasi Baok diamankan oleh petugas karena berangkat ke Malaysia untuk dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit secara non procedural.
Masing-masing tersangka (Asnat dan Igsan) disangkakan dengan pasal 2 ayat (1), pasal 10 Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan ancaman hukuman 3 sampai 15 tahun penjara.
20 Rumah Anggota Polres Manggarai Rusak Akibat Gempa
Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan
Personil Terdampak Gempa Flores Dapat Bantuan Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari
Tim Dokkes Polda NTT Sisir Wilayah Terdampak Gempa Flores Beri Layanan Kesehatan
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah