Jelang Puncak Haji, Timwas DPR Minta Petugas Perkuat Koordinasi di Armuzna
digtara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Singgih Januratmoko, meminta petugas haji memperkuat koordinasi menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Armuzna.
Baca Juga:
- Tingkat Kepuasan Jemaah Haji 2026 Tembus 91,45%, Tonggak Sejarah Penyelenggaraan Ibadah Haji
- Singgih Januratmoko: KUA Jadi Wajah Pertama Kemenag, Anggaran Harus Ditingkatkan untuk Perkuat Layanan Umat
- KBIHU Babussalam NU Temanggung Sukses Dampingi 580 Jemaah Haji 2026, Siap Sambut Pembinaan Haji 2027 Lebih Optimal
Armuzna merupakan rangkaian ibadah haji yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pada fase ini, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di kawasan yang sama sehingga membutuhkan pengaturan dan pelayanan yang baik.
Singgih menyampaikan hal tersebut saat memberikan keynote speech dalam Rapat Koordinasi Petugas Haji Daerah se-Provinsi Jawa Tengah di Kantor Sektor 5, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (23/5/2026).
Menurut dia, kondisi di Armuzna menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Selain kepadatan jemaah, suhu udara juga dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
"Situasi di Armuzna tidak mudah. Mungkin akan dinampakkan keegoisan anggota tim kita, mungkin akan ada perdebatan dan rebutan hak tempat di maktab," kata Singgih.
Ketua Kloter Harus Aktif Berkoordinasi
Baca Juga:
Singgih mengatakan, Ketua Kloter memiliki peran penting dalam memastikan mobilitas dan pelayanan jemaah selama berada di Armuzna.
Karena itu, ia meminta Ketua Kloter aktif berkomunikasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan syarikah sebagai penyedia layanan.
"Ketua Kloter adalah ujung tombak dalam mengorkestrasi kenyamanan jamaah selama di Armuzna," ujar Singgih.
Ia juga meminta petugas memastikan berbagai kebutuhan teknis sebelum jemaah diberangkatkan menuju Arafah.
Hal-hal yang perlu dipastikan antara lain waktu keberangkatan, jumlah bus, kapasitas armada, fasilitas bagi jemaah lanjut usia, serta lokasi maktab.
"Jam berapa jamaah akan diantar ke Arafah, berapa jumlah bus yang akan mengantar, apakah bus yang digunakan ramah lansia, semua harus dikoordinasikan," tegasnya.
Petugas Diminta Antisipasi Pergerakan Jemaah
Singgih juga meminta petugas menyiapkan pola pendampingan selama jemaah berada di Muzdalifah dan Mina.
Pemetaan jemaah yang mengambil Nafar Awal dan Nafar Tsani perlu dilakukan untuk mengatur pergerakan jemaah dan mengantisipasi penumpukan.
Di akhir arahannya, Singgih mengingatkan petugas agar menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan tugas.
Baca Juga:
"Jaga sehat, jaga semangat, bertugaslah dengan sepenuh hati, kembali ke Tanah Air dengan sehat dan selamat," kata dia.
Ia berharap koordinasi yang baik di antara petugas dapat mendukung kelancaran pelayanan jemaah haji Indonesia selama menjalani rangkaian ibadah di Armuzna. (San).
Tingkat Kepuasan Jemaah Haji 2026 Tembus 91,45%, Tonggak Sejarah Penyelenggaraan Ibadah Haji
Singgih Januratmoko: KUA Jadi Wajah Pertama Kemenag, Anggaran Harus Ditingkatkan untuk Perkuat Layanan Umat
KBIHU Babussalam NU Temanggung Sukses Dampingi 580 Jemaah Haji 2026, Siap Sambut Pembinaan Haji 2027 Lebih Optimal
Juleha Demak Kompak Bayar Dam Tamattu di Tanah Air, Beri Manfaat yang Lebih Luas Bagi Masyarakat
Haji Wafiq Guru Asal Demak Ajak Tenaga Pendidik Menabung Sejak Dini untuk Naik Haji