Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto: Investasi Danantara di Kampung Haji Makkah Diharapkan Beri Manfaat Besar Bagi Jemaah Indonesia
digtara.com - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firnando H. Ganinduto, menyambut baik langkah investasi yang dilakukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) dengan membangun kampung haji di Makkah.
Baca Juga:
- Pengelolaan Haji Harus Bersih dari Praktik Korupsi. Wamenhaj Dahnil: Tangkap Saja Siapa Pun yang Masih Berusaha Melakukan Praktik Rente dan Korupsi
- Buka TOT Fasilitator PPIH 2026. Menhaj: Petugas Haji Adalah Perpanjangan Tangan Negara dan Presiden Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Jamaah
- Muncul Kekhawatiran Haji Khusus Tak Berangkat, Kemenhaj Pastikan Proses Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Saudi
Ia berharap agar langkah investasi Danantara untuk membangun kampung haji di Makkah akan dapat memberikan manfaat bagi jemaah Indonesia.
"Harapan kami semua investasi Danantara termasuk yang dilakukan di kampung Haji Mekkah ini dapat memberikan benefit, keuntungan dan manfaatnya untuk masyarakat Indonesia. Jadi investasi yang dilakukan harus memberikan manfaat untuk rakyat kita yang melakukan ibadah haji," kata Firnando kepada awak media di Jakarta dilansir dari fraksigolkar.com, Selasa (23/12/25).
Firnando menekankan bahwa investasi yang dilakukan Danantara harus bermanfaat untuk rakyat Indonesia lantaran setiap dividen BUMN merupakan uang milik seluruh warga negara Indonesia. Dengan itu, ia menilai, setiap investasi harus memberikan hal yang positif dan baik bagi rakyat Indonesia.
Baca Juga:
"Bagi saya investasi itu harus bermanfaat bagi rakyat Indonesia karena semua uang danantara itu dan dividen dari BUMN itu uang rakyat jadi harapan saya semua investasi yang di investasikan di Danatara harus bermanfaat dan harus memberikan sesuatu yang positif dan baik bagi rakyat Indonesia," jelasnya.
Kendati demikian, Anggota DPR RI dari Dapil Jateng I (Kota/kab Semarang, Kendal dan Salatiga) ini mengingatkan, ke depan agar Danantara juga dapat melakukan investasi di dalam negeri. Menurutnya, investasi di dalam negeri harus dikedepankan.
"Namun namanya investasi itu harus ada perhitungan-perhitungannya, investasi itu harus menguntungkan. Jika memang menguntungkan di luar negeri tidak apa apa juga tapi misalnya ada di dalam negeri harus dikedepankan," pungkasnya.
Diketahui bahwa sebelumnya, Menteri Investasi dan HilirisasiRosan Roeslani mengatakan nilai investasi awal pemerintah Indonesia dalam pengembangan Kampung Haji Indonesia di Mekah, Arab Saudi, mencapai lebih dari 500 juta dolar AS atau setara Rp8,33 triliun. Rosan menyebut bahwa nilai tersebut digunakan untuk mengakuisisi hotel dan membeli lahan.
Rosan Roeslani yang juga CEO Danantara mengatakan hotel yang diakuisisi pemerintah RI terdiri atas tiga tower setinggi 28 lantai di kawasan Tahrir, dengan luas lahan hotel sekitar 4.620 meter persegi.
Selain hotel, pemerintah juga telah membeli lahan seluas sekitar 4,4 hektare di area yang sama. Dengan demikian, total luas kawasan Kampung Haji Indonesia yang telah dikuasai mencapai sekitar 5 hektare.
Baca Juga:
Lahan tersebut direncanakan menjadi lokasi pengembangan tahap lanjutan berupa pembangunan 13 tower tambahan serta satu pusat perbelanjaan untuk melayani kebutuhan jamaah haji dan umrah Indonesia. (San).
Pengelolaan Haji Harus Bersih dari Praktik Korupsi. Wamenhaj Dahnil: Tangkap Saja Siapa Pun yang Masih Berusaha Melakukan Praktik Rente dan Korupsi
Buka TOT Fasilitator PPIH 2026. Menhaj: Petugas Haji Adalah Perpanjangan Tangan Negara dan Presiden Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Jamaah
Muncul Kekhawatiran Haji Khusus Tak Berangkat, Kemenhaj Pastikan Proses Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Saudi
Ramai Soal Risiko Gagalnya Haji Khusus 2026, BPKH Buka Suara
Ada Alarm Serius Ribuan Jemaah Haji Khusus Gagal Berangkat, Kementeran Haji dan BPKH Harus Segera Berbenah