Minggu, 01 Maret 2026

Pengakuan Mengejutkan Korban Predator Seks Reynhard Sinaga, Bisa Trauma Seumur Hidup

- Selasa, 05 Oktober 2021 08:40 WIB
Pengakuan Mengejutkan Korban Predator Seks Reynhard Sinaga, Bisa Trauma Seumur Hidup

digtara.com – Pengadilan Amerika Serikat sudah memvonis Predator seks Reynhard Sinaga divonis penjara seumur hidup usai bersalah membius dan memperkosa 48 pria di apartemennya, Manchester, Inggris. Kini, salah satu korban angkat bicara soal kronologi dirinya pernah dilecehkan Reynhard.

Baca Juga:

Adalah Daniel, salah satu mahasiswa doktoral yang menjadi korban, bercerita dirinya tidak mengingat apapun saat siuman di apartemen Reynhard.

Setelah melihat hasil penelusuran investigasi kepolisian Manchester Raya, dirinya baru tersadar mengalami pemerkosaan.

“Mengerikan melihat diri saya begitu rapuh dalam foto-foto yang diabadikan orang lain,” ujarnya.

“Anda bisa melihat saya dalam keadaan koma saya tampak (seperti) sudah meninggal.”

Daniel mengaku sulit untuk akhirnya bisa bicara tentang apa yang ia lalui saat menjadi korban pelecehan Reynhard Sinaga. Dirinya merasa begitu rapuh.

“Untuk bisa bicara sebagai pria bahwa saya telah diperkosa adalah hal yang sangat sulit,” kata Daniel.

Seberapa besar efek korban pelecehan seksual?

Beberapa waktu lalu, spesialis kejiwaan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dr Gina Anindyajayati, SpKJ menjelaskan korban pelecehan seksual bisa merasakan depresi akut, hingga trauma berkepanjangan.

“Gejala kecemasan hingga depresi seperti adanya rasa tidak berdaya yang demikian hebat, sehingga dia berpikir bahwa saya tidak lagi pantas untuk hidup itu juga mungkin,” kata dr Gina saat ditemui detikcom, di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

dr Gina menilai perlu ada pendampingan pada korban pelecehan seksual. Hal ini dikarenakan gangguan kecemasan yang tinggi dan kurangnya rasa percaya pada dirinya sendiri.

“Tetapi ada yang berkembang hingga mengalami gangguan jiwa atau dia membutuhkan psikoterapi tingkat lanjut itu (harus) dilakukan oleh psikiater,” lanjut dr Gina.

Masalah kejiwaan pada korban pria dan wanita tidak bisa dibedakan. Meskipun pria yang menjadi korban, tetap memerlukan pendampingan dan dorongan untuk segera pulih.

“Itu kan salah satu pertahanannya sebagai budaya nilai-nilai patriarki (laki-laki pemegang kekuasaan),” sambungnya.

“Nah tugas kita bersama menjadi bagian dari masyarakat untuk menormalkan, kalau di luar, sekarang sudah mulai nih mental health matters for everyone,” pungkas dia. (dtc)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru