Wajib Tahu! Ini 7 Hadits Lemah dan Palsu Tentang Nisfu Sya’ban
digtara.com – Bulan Sya’ban merupakan salahsatu bulang yang penuh dengan keistimewaan. Dalam bulan ini, banyak terjadi peristiwa-peristiwa penting dalam perkembangan Islam. Hadits Lemah dan Palsu
Baca Juga:
Salahsatu yang terjadi dalam bulan Sya’ban adalah, berpindahnya kiblat umat islam dari Baitul Maqdis ke Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah.
Selain itu, ada satu hari yang cukup populer di bulan Sya’ban yang sering disebut dengan Nisfu Sya’ban.
Nisfu Sya’ban adalah hari pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 bulan Syaban dalam kalender Islam tahun Hijriah. Malam Nisfu Sya’ban 1442 Hijriah jatuh pada Minggu (28/3/2021) sore sampai dengan Senin dinihari.
Begitu banyak amalan-amalan yang dianjurkan pada Nisfu Sya’ban, salah satunya menjalankan puasa sunnah.
Banyak hadits yang berbicara tentang keutamaan Nisfu Sya’ban. Akan tetapi, banyak juga hadits-hadits lemah (dha’if) atau palsu yang disebarkan berkaitan dengan Nisfu Sya’ban.
Berikut ini sebagian hadits-hadits palsu atau lemah tersebut, seperti dikutip dari gomuslim.co.id:
Hadits pertama
Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
†أتاني جبريل عليه السلام Ùقال هذه ليلة النص٠من شعبان , ولله Ùيها عتقاء من نار بعدد شعور غنم بني كلب لا ينظر الله Ùيها إلى مشرك ولا إلى مشاØÙ† ولا إلى قاطع رØÙ… ولا إلى مسبل ولا إلى عاق لوالديه ولا إلى مدمن خمر †. ضعي٠جداً –
Nabi SAW bersabda: “Malaikat Jibril mendatangiku dan berkata: Ini adalah malam nishfu (pertengahan) Sya’ban, pada malam ini Allah membebaskan dari neraka (manusia) sejumlah bulu kambing suku Kalb. Pada malam ini pula Allah tidak mau melihat kepada orang msyrik, orang yang bermusuhan (dengan sesama muslim), orang yang memutuskan tali kekerabatan, orang yang memanjangkan kainnya melebihi mata kaki, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan pecandu minuman keras.†Hadits ini lemah sekali.
Imam Al-Munawi dalam Faidhul Qadir berkata: Hadits ini diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Tirmidzi dalam kitab shaum, juga Al-Baihaqi dalam kitab ash-shalat dari jalur Hajaj bin Arthah dari Yahya bin Abi Katsir dari Urwah dari Aisyah. Imam Tirmidzi berkata: Hadits ini tidak dikenal kecuali dari jalur Hajaj. Aku telah mendengar imam Muhammad (bin Ismail) yaitu imam Al-Bukhari melemahkan hadits ini dengan mengatakan: Yahya tidak mendengar hadits ini dari Urwah dan Hajaj tidak mendengarnya dari Yahya.â€
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad yang sama sehingga nilainya juga hadits palsu.
Imam Ad-Daruquthni berkata: Sanadnya mudhtarib (goncang) tidak shahih. Imam Al-‘Iraqi berkata: Imam Al-Bukhari melemahkan hadits ini karena sanadnya terputus pada dua tempat dan ia menyatakan tidak ada satu pun sanad hadits ini yang shahih. Imam Ibnu Dihyah berkata: Tidak ada satu pun hadits tentang malam nishfu Sya’ban yang shahih dan tidak ada seorang pun perawi yang jujur meriwayatkan hadits tentang shalat sunah (malam nishfu Sya’ban). Hal itu hanya diada-adakan oleh orang yang mempermainkan syariat nabi Muhammad SAW dan senang memakai pakaian Majusi.†(Dha’if Jami’ Shaghir no. 1761).
Wajib Tahu! Ini 7 Hadits Lemah dan Palsu Tentang Nisfu Sya’ban
Hadits kedua
عن أبي أمامة : “خمس ليال لا ترد Ùيهن الدعوة : أول ليلة من رجب Ùˆ ليلة النص٠من شعبان Ùˆ ليلة الجمعة Ùˆ ليلة Ø§Ù„ÙØ·Ø± Ùˆ ليلة Ø§Ù„Ù†ØØ±â€. موضوع
Dari Abu Umamah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Lima malam yang pada saat tersebut doa tidak akan ditolak oleh Allah; malam pertama bulan Rajab, malam nishfu Sya’ban, malam Jum’at, malam idul Fitri, dan malam idul Adha.â€
Ini adalah hadits palsu.
Imam Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menulis: “Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dan Ad-Dailami dari jalur Abu Umamah. Juga diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, Ibnu Nashir, dan Al-‘Askari dari jalur Ibnu Umar. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata: Semua jalur hadits ini cacat.â€Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini palsu dalam Dha’if Jami’ Shaghir no. 2852.
Hadits ketiga
عن علي عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : “إذا كانت ليلة نص٠شعبان Ùقوموا ليلها ،وصوموا يومها Ø›ÙØ¥Ù† الله تبارك وتعالى ينـزل Ùيها لغروب الشمس إلى السماء الدنيا Ùيقول : ألا من Ù…Ø³ØªØºÙØ±Ù ÙØ£ØºÙر له ØŸ ألا من Ù…Ø³ØªØ±Ø²Ù‚Ù ÙØ£Ø±Ø²Ù‚Ù‡ ØŸ ألا من مبتلى ÙØ£Ø¹Ø§Ùيه ØŸ ألا سائل ÙØ£Ø¹Ø·ÙŠÙ‡ ØŸ ألا كذا ألا كذا ØŸØØªÙ‰ يطلع Ø§Ù„ÙØ¬Ø±â€.
Dari Ali bin Abi Thalib berkata: Rasulullah SAW bersabda: Jika malam nishfu Sya’ban maka hendaklah kalian shalat malam dan berpuasa di siang harinya karena sesungguhnya Allah SWT turun ke langit dunia pada malam itu sejak matahari tenggelam. Allah berfirman: Adakah orang yang meminta ampunan sehingga Aku pasti mengampuninya? Adakah orang yang meminta rizki sehingga Aku pasti memberinya rizki? Adakah orang yang terkena musibah sehingga Aku pasti menyembuhkannya? Adakah orang yang meminta sehingga Aku pasti akan memberinya? Adakah orang yang begini? Adakah orang yang begitu? Demikianlah sampai terbit fajar.â€
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Ini adalah hadits palsu.
Al-Hafizh Al-Bushiri dalam Misbahuz Zujajah fi Zawaid Ibni Majah menulis: Sanadnya lemah karena kelemahan Ibnu Abi Sabrah, nama lengkapnya adalah Abu Bakar bin Abdullah bin Muhammad bin Abi Sabrah.Imam Ahmad bin Hambal dan Yahya bin Ma’in berkata: Ia adalah seorang pemalsu hadits.
Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini palsu dalam Dha’if Jami’ Shaghir no. 652 dan Dha’if Targhib wat Tarhib no. 623.
Hadits Keempat
“ÙÙŠ ليلة النص٠من شعبان يوØÙŠ Ø§Ù„Ù„Ù‡ إلى ملك الموت يقبض كل Ù†ÙØ³ يريد قبضها ÙÙŠ تلك السنة†..
“Pada malam nishfu Sya’ban, Allah mewahyukan kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa setiap jiwa yang hendak dicabutnya pada tahun tersebut.â€
Hadits ini diriwayatkan oleh Ad-Dainuri dalam Al-Mujalasah dengan sanad dha’if, karena sanadnya terputus, yaitu perawi Rasyid bin Sa’ad meriwayatkan secara mursal.
Dinyatakan lemah oleh syaikh Al-Albani dalam Dha’if Jami’ Shaghir no. 4019 dan Dha’if Targhib wat Tarhib no. 620.
Hadits kelima
ÙˆÙÙŠ رواية عن أبي موسى: “إن الله تعالى ليطلع ÙÙŠ ليلة النص٠من شعبان ÙÙŠØºÙØ± لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاØÙ†â€ .
Dari Abu Musa Al-Asy’ari bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memeriksa hamba-hamba-Nya pada malam nishfu Syaâ€ban maka Allah mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.â€
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad sangat lemah. Al-Hafizh Al-Bushiri berkata dalam Misbahuz Zujajah fi Zawaid Ibni Majah: Sanadnya lemah karena kelemahan perawi Abdullah bin Lahi’ah dan tadlis perawi Walid bin Muslim. Imam Al-Mundziri juga menyebutkan kelemahan lain, yaitu perawi Dhahak bin Abdurrahman bin ‘Arzab tidak bertemu dengan Abu Musa Al-‘Asy’ari. (Sunan Ibnu Majah juz 2 hlm. 86 – cet. Dar Ibni Haitsam). Wajib Tahu! Ini 7 Hadits Lemah dan Palsu Tentang Nisfu Sya’ban
Hadits keenam
إذا انتص٠شعبان Ùلا تصوموا ØØªÙ‰ يكون رمضان
“Jika telah lewat pertengahan Sya’ban maka janganlah kalian berpuasa sampai datang Ramadhan.â€
Hadits ini diriwayatkkan oleh Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad. Imam Abdurrahman bin Mahdi, Yahya bin Ma’in, Ahmad bin Hambal, Abu Zur’ah Ar-Razi dan lainnya menyatakan bahwa hadits ini munkar (sangat lemah).
Hadits ketujuh
Ø¥Ùنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزÙل٠لَيْلَةَ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙØµÙ’ÙÙ Ù…Ùنْ شَعْبَانَ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ السَّمَاء٠الدّÙنْيَا ÙَيَغْÙÙØ±Ù لأَكْثَرَ Ù…Ùنْ عَدَد٠شَعَر٠غَنَم٠كَلْبÙ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya’ban, Dia akan mengampuni  dosa walaupun itu lebih banyak dari jumlah bulu yang ada di kambing Bani Kalb.†[Bani Kalb adalah salah satu kabilah di Arab yang punya banyak kambing]
Hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibnu Majah. At Tirmidzi mengatakan bahwa beliau mendengar Muhammad (yaitu Imam Bukhari) mendhaifkan hadits ini.
Wajib Tahu! Ini 7 Hadits Lemah dan Palsu Tentang Nisfu Sya’ban
Jadwal Lengkap dan Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban Latin dan Arab Disertai Artinya
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia