Update Korona Sumut 26 April: 129 Positif, 33 Sembuh dan 12 Meninggal
digtara.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Virus Korona (Covid-19) Sumatera Utara, memperbarui data pasien positif Virus Korona (Covid-19) di Sumatera Utara hingga Minggu, 26 April 2020. Update Korona Sumut 26 April.
Baca Juga:
Tercatat, jumlah pasien positif Covid-19 di Sumut mencapai 129 orang. Sebanyak 111 orang diantaranya terkonfirmasi lewat pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan 18 orang melalui Rapid Test.
“Saat ini ada 150 PDP dengan 129 diantaranya positif Covid-19. Dari yang positif, sebanyak 33 orang sembuh dan 12 orang meninggal dunia,”sebut Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, Minggu (26/4/2020).
Aris menyebutkan, masyarakat diminta untuk selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat. Serta mewaspadai setiap potensi penyakit lain.
Seperti penyakit malaria dan demam berdarah. Itu karena kedua penyakit itu memiliki beberapa gejala yang mirip dengan Covid-19. Contohnya, demam, sakit kepala dan nyeri otot.
“Untuk menjaga agar tidak terjadi peningkatan kasus malaria pada saat pandemi Covid-19, selalu mengacu pada protokol pencegahan Covid-19. Selain itu, penyakit malaria akan semakin memperberat kondisi seseorang yang juga terinfeksi Covid-19,” terangnya.
FASE DAN ALUR KERJA COVID-19
Aris juga mengajak masyarakat untuk memahami fase dan alur Covid-19 bekerja. Itu penting untuk mengantisipasi reaktifasi atau reinfeksi para pasien yang telah sembuh.
“Sehingga dalam menyikapi Covid-19, kita bisa bersikap dan merespon secara rasional, tidak panik akibat informasi yang tidak jelas,” tukasnya.
Pada umumnya, jelas Aris, rata-rata virus bertahan sampai hari ke-20. Meskipun setelah anti bodi timbul dan matang, maka sejak hari ke-10 jumlah virus akan menurun drastis. Kemudian, hari ke-14 jumlah virus tinggal sedikit dan benar-benar bersih pada hari ke-20.
“Namun, ada kasus ekstrem dimana virus bertahan sampai 28 hingga 37 hari setelah kontak. Bila mau aman, gunakan prinsip 2 kali 20 hari atau enam pekan. Untuk itu lah, kenapa isolasi sangat penting. Memastikan virus benar-benar sudah hilang dan tidak menularkan ke orang lain,” tuturnya.
Masalah lain yang saat ini banyak terjadi, kata Aris, ialah munculnya kepanikan berlebihan karena hasil rapid test positif. Padahal, untuk menentukan positif atau negatifnya seseorang memerlukan alur dan rangkaian pemeriksaan sistematis oleh dokter.
“Penentuan positif Covid-19 tidak sembarangan. Diagnosis adalah ranah dokter. Rapid test untuk Covid-19 sebenarnya tepat dan bermakna, syaratnya tepat waktu penggunaannya. Di masa awal infeksi tidak tepat, paling cepat minimal 7 hari atau 10 hari setelah kontak atau perjalanan. Lebih tepat lagi kalau ada gejala,” paparnya. [AS]
Update Korona Sumut 26 April: 129 Positif, 33 Sembuh dan 12 Meninggal
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur